Musik
aespa Comeback

aespa akhirnya merilis album 'Armageddon' sekaligus video musiknya pada hari ini, Senin (27/5). MV lagu ini membuat penggemar terperangah karena sinematiknya yang begitu memanjakan mata.

WowKeren - aespa resmi comeback dengan merilis album studio pertama mereka yang bertajuk "Armageddon" pada hari ini, Senin (27/5). Album ini menampilkan sepuluh lagu, termasuk dua lagu utama "Supernova" dan "Armageddon". Pun pada hari ini, video musik "Armageddon" juga diluncurkan.

Karina dkk menyebut bahwa "Armageddon" adalah album yang paling mirip dengan konsep aespa. "Identitas kami secara jelas ditentukan melalui musik kami, jadi kami telah mempertimbangkan secara mendalam apa yang benar-benar mewakili kami dalam semua proyek kami," ujar Winter dalam showcase yang digelar sore hari ini.

Dalam video musik, keempat member menunjukkan sisi misterius mereka dengan sangat apik. Busana yang dikenakan keempat member didominasi oleh warna hitam, yang sangat sesuai dengan tema lagu "Armageddon". Riasan bold para member juga sangat mendukung sisi misterius yang diperlihatkan.

Bukan hanya suara dan tarian para member yang membuat penggemar terkagum-kagum, tapi sinematik MV "Armageddon" juga tak kalah membuat mereka terpukau. Detail lokasi yang dipakai untuk syuting, serta dandanan para member dinilai begitu teliti dan menggambarkan setiap tokoh yang diperankan Karina dkk.

Sementara itu, "Armageddon" sendiri adalah lagu dance hip-hop yang menggabungkan suara berat, dan vokal yang kasar serta halus. Liriknya menyampaikan pesan tentang menjadi "aku" yang sempurna setelah bertemu dengan "aku" yang lain dari dunia yang berbeda. Album ini menandai dimulainya Musim 2 alam semesta fiksi aespa yang diperluas ke multiverse, menjanjikan cakupan narasi yang lebih luas kepada penggemar.

"Seiring dengan perluasan alam semesta kita, kami bersemangat untuk menunjukkan konsep yang lebih bervariasi dan berskala besar. Lagu ini adalah lagu yang paling lama melalui proses rekaman, butuh waktu tiga jam bagiku untuk menyelesaikannya," tutur Winter.

"Awalnya aku merasa malu karena aku harus tidak tahu malu untuk mengekspresikan dunia fiksi, tapi sekarang aku sudah memasuki tahun keempat, aku menjadi tidak tahu malu. Ada lebih banyak keuntungan daripada kerugian memiliki dunia fiksi," pungkas Karina seraya tertawa.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait