Mendiang ayah Erina Gudono, Profesor Gudono, pernah menulis tentang karya ekonomi dan mencantumkan puisi bak mengkritik pemimpin hedon. Karya tulis Profesor Gudono itu dinilai kontras dengan sikap Erina dan Kaesang saat ini.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 27 Agustus 2024 - 12:58 WIB
WowKeren - Erina Gudono dan Kaesang Pangarep dikritik habis-habisan soal kebiasaan mereka naik jet pribadi yang biayanya capai miliaran. Bahkan eks menteri, Susi Pudjiastuti, sempatmengungkap reaksi menohok tentang biaya jet pribadi yang membawa Erina dan Kaesang ke Amerika Serikat.
"Harga pesawat gulfstream G659 bisa beli 40 pesawatnya susi air," demikian kicauan Susi. Di tengah kritikan soal jet pribadi hingga dugaan hedon, viral karya tulis mendiang ayah Erina, Profesor Gudono. Diungkap oleh penulis Hanum Rais, ayah Erina yang seorang ekonom ini dulunya pernah menulis kritik tentang pemimpin dengan gaya hidup hedon.
"Moralitas dan Kemajuan Ekonomi. Sebuah artikel ilmiah yang mengkritik budaya hedon dan mewah para pejabat negara (beserta keluarga) saat rakyat terengah-engah kondisi sosial ekonominya. Ditulis oleh :PROF. GUDONO (Alm). Alfatihah untuk beliau, seorang ekonom dan pemikir dari UGM yang sangat peduli kemajuan ekonomi rakyat yang berakar pada ETIKA dan Moralitas. Sangat disegani di masa hidupnya 🙏🙏 Dibuka dengan sebuah puisi yang sangat menohok berikut ini: Tahukah kamu ciri-ciri negara para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah. Tapi rakyatnya makan dan mengais sampah. Atau menjadi kuli di negeri orang dibayar dengan serapah dan bogem mentah," kata Hanum.
Sejumlah netter pun beri sindiran buat Erina yang terkesan kontras dari sang ayah. "Tulisan ilmiah bapaknya itu mestinya equal to wasiat, sayang anaknya gak berbakti, pakek bau ketek pula, rungkad deh istana," kata netter. "Lahhhh..... kok anak perempuan dan menantunya bisa bergaya gtuan yak........??gak miris sma pemikiran almrhum bapaknya yg mulia dan lurus itu kah," ujar netter. "Sosok ekonom dan pengajar yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Andai beliau masih hidup, tentu akan menegur perilaku anaknya yang bersikap hedon dan apatis ketika kondisi sosial ekonomi rakyat sedang tidak baik2 saja," kata netter.
Sebelumnya, Profesor Gudono merupakan guru besar sekaligus dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). Ia pernah meraih penghargaan Satya Lancana Karya Satya XX dari Presiden RI pada tahun 2013 dan Satya Lencana Kesetiaan 25 tahun dari UGM pada 2013. Selain itu, Prof Gudono juga sempat menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Pengembangan SDM UGM pada 2002-2004, Pejabat Struktural Eselon IIIA di BPK RI pada 2006-2010, Ketua Pengelola Program Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UGM pada 2013-2015, dan terakhir beliau menjabat sebagai Ketua Program Sarjana Akuntansi FEB UGM pada 2016 hingga akhir hayatnya.
Masih tentang Erina, ia sempa dibela seorang kenalan terkait isu bau badan. Menyangkal rumor bau, sosok tak terduga juga memuji tabiat asli Erina.
"Saya beberapa kali bertemu Mbak Erina di tempat gym saat olga," kata Dian yang pernah ngegym bareng Erina dan Kaesang. "Dan beliau tidak pernah bau badan. Saya saksi hidup betapa beliau sangat manis, tidak sombong dan sederhana. Sehat-sehat selalu bumil dan debay, semoga lahiran lancar dan selalu diberkati."
(wk/riaw)