Vadel Badjideh tiba-tiba unggah quotes soal akad sembari isyaratkan kegundahan hati. Pacar Laura Meizani ini langsung disindir soal ketakutannya bakal masuk penjara terkait kasus melawan Nikita Mirzani.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:29 WIB
WowKeren - Vadel Badjideh tiba-tiba kembali posting quotes galau nan romantis. Ia menyinggung soal terkait takdir dan akad diduga terkait hubungannya dengan putri Nikita Mirzani, Laura Meizani Mawardi.
"Jauh ataupun dekat. Lama ataupun singkat. Jika takdirku dan takdirmu terikat, sewaktu-waktu kita pasti duduk di akad," demikian unggahan Vadel.
Di sisi lain, postingan Vadel ini malah menuai sindiran. Tak sedikit yang menyebut jika Vadel sedang ketar-ketir soal nasibnya mengingat kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur dan aborsi sudah masuk tahap penyidikan.
"Takut dia bukan galau😂," sindir netter. "Ketar-ketir," kata yang lainnya. "Skrng bilang cinta..kemarin cintax kemana?," ujar yang lainnya. "Vadel tanpa loli bagaikan ambulance tanpa wiyuwiyuwiyu," ledek netter. "Wkwkwkwkkwkkwkwk del kodel," seru netter.
Sebelumnya, pengacara Nikita, Fahmi Bachmid, mengklaim punya bukti yang bikin Vadel tak bakal bisa berkutik. Fahmi juga menyentil soal Vadel punya saksi kunci di luar negeri.
"Saya mempunyai bukti yang cukup banyak, jadi untuk dia (Vadel) menghindar saya pikir sudah tidak mungkin ya," kata Fahmi. "Karena saya selalu berbicara dengan data dan fakta yang tahu dengan peristiwa-peristiwa seperti itu. Nggak ada relevansinya. Jadi pidana itu yang menjadi saksi itu yang melihat dan mengetahui adanya sebuah peristiwa pidana. Peristiwa pidananya itu antara bulan Maret sampai bulan Juli."
Sementara itu, beredar kabar jika pengacara Razman Nasution sedang mempertimbangkan untuk mundur dari kasus tersebut. Meski begitu, Razman pastikan jika rencana mundur itu bakal terlaksana hanya bila Vadel berbohong padanya.
"Semua itu nanti akan lebih terbuka ketika diperiksa dan proses-proses selanjutnya," seru Razman. "Kalau Vadel dia memberikan keterangan yang berbeda dengan fakta, atau ketika dia berbohong, saya akan mengambil tindakan, saya akan mundur. Tapi kalau ada fakta yang kuat, terus saya melihat hal ini menggunakan subjektivitas penyidik semata, dengan alat bukti dari mereka, kemudian naik sidik, saya nggak mungkin tinggalkan dia dong."
(wk/riaw)