HYBE menegaskan bahwa warna merah yang digunakan BTS untuk comeback tidak berkaitan dengan politik.
- Kamis, 19 Maret 2026 - 13:32 WIB
WowKeren - HYBE baru-baru ini membantah tuduhan bahwa penggunaan warna merah dalam penampilan comeback BTS memiliki kaitan dengan pilihan politik. Warna merah yang diidentifikasi sebagai simbol Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang konservatif, menjadi sorotan menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung pada 3 Juni mendatang.
Menurut pernyataan resmi HYBE, "Warna merah yang digunakan untuk penampilan di Lapangan Gwanghwamun adalah warna utama album Arirang." Pernyataan ini juga menyebutkan bahwa permintaan untuk penggunaan warna merah tersebut berasal dari pihak HYBE sendiri, yang kemudian direspons oleh Pemerintah Metropolitan Seoul.
Kemunculan pernyataan ini bertepatan dengan meningkatnya kontroversi di media sosial terkait penggunaan warna merah di berbagai landmark utama Seoul. Penampilan comeback BTS di Lapangan Gwanghwamun dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret dan merupakan bagian dari proyek besar yang mengikutsertakan penerangan landmark di seluruh kota, termasuk Menara N Seoul dan Menara Lotte World.
Beberapa pihak menganggap bahwa penekanan warna merah di lokasi simbolis seperti Lapangan Gwanghwamun berpotensi memiliki maksud politik, meskipun HYBE menegaskan bahwa tujuan utama adalah untuk mempromosikan album terbaru BTS. Comeback ini juga akan menjadi momen spesial karena BTS akan tampil sebagai grup lengkap untuk pertama kalinya.
Konser yang digelar secara gratis ini diharapkan akan menarik perhatian sekitar 260.000 penggemar, menandai satu momen bersejarah bagi BTS dan penggemarnya. Album Arirang, yang akan dirilis pada 20 Maret, menjadi album penuh kelima BTS dan mencakup 14 lagu, dengan "Swim" sebagai lagu utama. Lagu ini diangkat sebagai pop alternatif yang menggambarkan semangat juang dan tekad untuk terus melawan arus dalam kehidupan.
Dengan peluncuran album dan konser yang mendatang, BTS dan HYBE berharap dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi penggemar, sembari menegaskan bahwa warna yang digunakan dalam promosi mereka tidak ada hubungannya dengan isu politik yang sedang berkembang di Korea Selatan.
(wk/timw)