Ammar Zoni meminta perhatian Presiden Prabowo menjelang putusan kasus narkoba yang dihadapinya.
- Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB
WowKeren - Artis peran Ammar Zoni memohon perhatian pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang tengah dihadapinya. Saat ini, Ammar berada di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, menunggu putusan yang akan dibacakan pada 23 April 2026.
Usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/4/2026), Ammar Zoni mengungkapkan harapannya agar pemerintah bisa mengkaji ulang statusnya sebagai narapidana. "Saya berharap juga agar Pak Menteri bisa melihat dan Bapak Presiden juga mungkin bisa menjadi atensi tersendiri untuk bisa memilah kalau saya bukan seorang napi dengan risiko tinggi seperti yang disampaikan oleh kuasa hukum saya," ujarnya.
Ammar juga menekankan keinginannya untuk tidak dipindahkan ke Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. "Dan saya berharap juga tetap dekat di Jakarta. Saya tetap di Jakarta menjalani sisa hukuman saya," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ammar berharap putusan yang diterimanya bisa sebaik mungkin. "Dan mudah-mudahan hasilnya serendah-rendahnya agar saya bisa segera pulang," ungkapnya.
Ammar Zoni didakwa menjual narkotika jenis sabu di Rutan Salemba, di mana ia disebut menerima barang haram tersebut dari seseorang bernama Andre dan menjualnya di dalam rutan. Dalam kasus ini, Ammar didakwa bersama lima terdakwa lainnya, yaitu Asep bin Sarikin, Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, Andi Muallim alias Koh Andi, Ade Candra Maulana, dan Muhammad Rivaldi.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan suami Irish Bella tersebut dengan hukuman penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta. Ammar Zoni mengaku saat ini lebih banyak berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan, berharap putusan nanti adalah yang terbaik untuknya. "Saya banyak berdoa, saya serahkan semuanya sama kuasa hukum, serahkan semuanya sama majelis hakim, serahkan semua sama Allah," kata Ammar.
Meski dalam situasi yang sulit, Ammar Zoni percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari cerita hidupnya. "Apa pun itu pasti yang terbaik. Berapa pun nanti putusannya itu pasti yang terbaik. Ya itulah sebagian dari cerita saya," tutup Ammar dengan penuh harapan.
(wk/timw)