Fuji Kunjungi Polres Jaksel, Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Penggelapan Dana
Instagram/Fujianti Utami/Instagram
Selebriti

Fujianti Utami mengunjungi Polres Jakarta Selatan untuk menindaklanjuti kasus penggelapan dana oleh mantan admin.

WowKeren - Selebgram Fujianti Utami, yang akrab disapa Fuji, mengunjungi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (20/4/2026) siang. Kunjungan ini bertujuan untuk menindaklanjuti laporan dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan adminnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Fuji tiba di Polres sekitar pukul 11.03 WIB didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Mengenakan kemeja berwarna kuning, Fuji tampak tenang saat memasuki gedung kepolisian.

Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus yang telah dilaporkan sejak Mei 2025. Ia menyatakan bahwa status perkara kini telah ditingkatkan oleh penyidik.

"Agenda hari ini, kami mendapat informasi terkait laporan kami alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dan saksi-saksi sudah diperiksa di hari Jumat atau Kamis minggu lalu, (termasuk) terlapor, dan status prosesnya sudah naik ke penyidikan," ungkap Sandy Arifin di Polres Metro Jakarta Selatan.


Kedatangan Fuji dan tim hukum ini juga bertujuan untuk mengonfirmasi hasil pemeriksaan terhadap pihak terlapor yang dilakukan pekan lalu. Pihak Fuji berharap untuk mengetahui apakah ada pengakuan atau itikad baik dari mantan karyawannya untuk menyelesaikan masalah ini.

Sandy menambahkan, "Kami hari ini mau mengonfirmasi apa yang sudah disampaikan dari terlapor. Apakah ada pengakuan, apakah ada itikad baik untuk penyelesaian terhadap klien kami." Namun, Sandy belum bisa memberikan informasi lebih mendalam mengenai hasil pemeriksaan penyidik karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Kasus ini bermula ketika Fuji melaporkan mantan adminnya ke pihak berwajib pada Mei 2025 dengan dugaan penggelapan uang senilai miliaran rupiah. Dugaan penggelapan ini diduga telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

Pelaku diduga melakukan manipulasi bukti transfer antar-klien untuk menutupi jejaknya. Saat Fuji menagih bukti pembayaran dari satu merek, pelaku disebut akan mengirimkan bukti transfer dari klien lain, seolah-olah dana tersebut sudah masuk ke rekening Fuji.

Hingga saat ini, Fuji masih terus memperjuangkan haknya dan berharap proses hukum ini dapat memberikan keadilan atas kerugian materiil maupun emosional yang ia alami.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait