Uya Kuya melaporkan akun hoaks yang tuduh dirinya kuasai 750 Dapur Makan Bergizi Gratis.
- Selasa, 21 April 2026 - 16:04 WIB
WowKeren - Artis sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan hoaks tentang dirinya kepada polisi. Tuduhan yang beredar menyebutkan bahwa politikus dari Fraksi PAN ini memonopoli 750 proyek Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah klaim yang ia bantah dengan tegas.
Uya Kuya, saat ditemui di Gedung Nusantara 1 DPR RI pada Selasa, 21 April 2026, menyatakan bahwa ia mengambil langkah hukum untuk menghadapi situasi ini. Ia menginginkan agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu ketika ia memilih untuk diam menghadapi fitnah yang berujung pada penjarahan rumahnya pada Agustus 2025.
Laporan yang dibuat oleh Uya terdaftar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sejak Sabtu, 18 April 2026. Dalam laporannya, Uya menyebutkan ada sekitar delapan hingga sepuluh akun dari berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Threads, Instagram, dan TikTok yang terlibat dalam penyebaran hoaks tersebut.
Uya Kuya menegaskan bahwa pengalaman pahit yang dialaminya pada Agustus 2025 telah menjadi pelajaran berharga. Ia mengingat kembali bagaimana ribuan video hoaks beredar saat itu dan ia memilih untuk diam. "Waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks... saya diamkan. Akibatnya apa? Rumah saya dijarah. Keluarga saya dikorbankan," ungkapnya.
Pria berusia 51 tahun ini juga membeberkan kondisi rumahnya yang hingga kini baru direnovasi 70 persen setelah penjarahan tersebut. Ia menceritakan bahwa komplotan penjarah mengambil hampir seluruh perabotan rumah, mulai dari besi, kusen, pipa, hingga kloset dan wastafel. Situasi ini tentu berdampak langsung pada kondisi mental keluarganya, termasuk anak sulungnya, Cinta Kuya.
"Kemarin Cinta bilang, 'Pah ini apa lagi sih? Emang Papa punya dapur?' Ya (mereka) sedih lah pasti. Karena mereka ngalamin apa yang terjadi sama keluarga kita di bulan Agustus itu," tambah Uya Kuya.
Untuk menanggulangi masalah ini, Uya juga menawarkan imbalan sebesar Rp1 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai pelaku penyebaran hoaks tersebut. Langkah ini diambilnya sebagai bagian dari upayanya untuk menegakkan keadilan dan melindungi nama baiknya.
Uya berharap dengan tindakan tegas ini, penyebaran informasi yang tidak benar dapat dihentikan dan masyarakat tidak lagi terjebak dalam hoaks yang merugikan. Ia juga mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya agar tidak ada lagi kasus serupa yang menimpanya atau orang lain di masa depan.
Kepada para penggemar dan masyarakat, Uya Kuya meminta agar tetap waspada terhadap berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. "Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas asal-usulnya. Kita harus cerdas dalam menerima informasi," tuturnya.
Dengan langkah hukum yang diambilnya, Uya Kuya berharap dapat menjadi contoh bagi publik untuk tidak tinggal diam ketika menghadapi fitnah dan hoaks. Ia ingin semua orang sadar bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi keluarga dan orang-orang terdekat.
(wk/timw)