Nana mengungkapkan perasaannya setelah berhadapan dengan pelaku kejahatan di pengadilan.
- Sabtu, 25 April 2026 - 09:02 WIB
WowKeren - Nana tampil di pengadilan pada 21 April 2026 sebagai saksi dalam kasus seorang pria berusia 30-an yang menghadapi tuduhan perampokan dan penyerangan. Insiden tersebut terjadi di Divisi Kriminal 1 Pengadilan Cabang Namyangju, Uijeongbu. Dalam kesaksiannya, Nana secara langsung menghadapi pelaku kejahatan, yang membuat hakim bertindak untuk meredakan situasi.
Sikap berani Nana ini mendapat dukungan besar dari komunitas online di Korea, yang memahami reaksi emosionalnya. Menurut laporan dari Koreaboo, begitu memasuki ruang sidang, Nana tidak ragu untuk menatap langsung ke arah terdakwa. Setelah kejadian tersebut, Nana menyampaikan pesan kepada para penggemarnya melalui platform pesan Bubble. Ia menjelaskan perasaannya saat berhadapan langsung dengan pelaku dan dampak emosional yang dirasakannya.
Nana mengungkapkan, "Melihat wajahnya secara langsung membuat saya sangat terkejut dan marah hingga kehilangan kontrol atas emosi saya. Namun, saya telah mengungkapkan semua yang tidak pernah bisa saya katakan di tempat lain. Saya merasa lega. Saya mengatakan semua yang ingin saya sampaikan kepada pria itu, dan saya tidak menyesali tindakan atau kata-kata saya." Ia menambahkan, "Saya tahu kalian semua sangat khawatir. Saya baik-baik saja. Saya percaya ini semua akan segera berakhir!"
Pernyataan yang menyentuh hati ini mendapatkan perhatian lebih banyak orang, dan popularitasnya cepat menyebar di forum theqoo. Seorang pengguna menyatakan kejutan atas status kasus ini, "Tunggu, ini masih berlangsung?? Saya pikir Nana sudah memenangkan kasusnya." Pengguna lain memuji keberanian Nana, "Sangat keren!!!!!!!"
Beberapa komentar menyoroti aspek proses hukum yang membingungkan, "Serius, bagaimana mungkin seorang pencuri yang masuk ke rumah orang dengan pisau bisa berbalik menggugat korban, dan pengadilan menerima itu... Ada yang tidak beres dengan sistem hukum Korea." Banyak yang memberikan dukungan tanpa syarat untuk Nana, "Saya mutlak mendukung Nana dalam hal ini.. fighting fighting." dan "Kau pasti bisa!"
Satu komentar merefleksikan sulitnya situasi emosional tersebut, "Melihat wajahnya pasti mengingatkan kembali semua yang dia lakukan kepada ibunya. Jujur, saya tidak tahu bagaimana seseorang bisa diharapkan untuk tetap mengendalikan emosi dalam situasi seperti itu." Kasus ini masih berlangsung, dengan perhatian publik terfokus pada keberanian Nana dan pertanyaan lebih luas tentang keadilan bagi hak-hak korban dalam kasus-kasus serupa.
(wk/timw)