EVAN menghadapi kritik setelah merilis single perdana dan keterlibatan dalam isu terkait ENHYPEN.
- Jumat, 26 Juni 2026 - 02:32 WIB
WowKeren - EVAN, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung dari ENHYPEN, baru saja merilis single pertamanya yang berjudul "Ride or Die". Namun, debut solonya ini tidak lepas dari kontroversi, termasuk kritik yang ditujukan kepada salah satu produser yang terlibat dalam proyek tersebut.
Setelah kepergiannya dari ENHYPEN, respon terhadap EVAN beragam, dengan beberapa penggemar merasa terkejut dengan performanya di platform streaming. Tampil di acara musik pertamanya juga membawa beberapa reaksi negatif terkait penampilannya. Baru-baru ini, EVAN terlibat dalam kritik yang ditujukan kepada produser yang dikenal sebagai Apro, yang juga merupakan teman dan kolaboratornya.
Saat EVAN masih berada di ENHYPEN, grup tersebut merilis lagu "Knife" yang dilengkapi dengan tujuh remix spesifik anggota. Apro berperan dalam mixing lagu tersebut dan juga terlibat dalam aspek produksi "Ride or Die". Namun, pada 25 Juni 2026, Apro mengunggah cerita Instagram yang mencuri perhatian, di mana ia menampilkan empat garis dan dua huruf di tengahnya. Banyak yang berasumsi bahwa ini ditujukan untuk mengeja nama EVAN, tetapi huruf "EN" tampaknya hilang, yang dianggap sebagai sindiran kepada ENHYPEN.
Reaksi terhadap unggahan tersebut semakin memanas ketika Apro menyukai cerita lain yang menyoroti hilangnya huruf "EN" dan mempertanyakan apakah itu merupakan spoiler. Banyak penggemar yang menganggap perilaku ini sebagai "shade" terhadap ENHYPEN, yang membuat EVAN terlibat dalam asumsi bahwa ia mendukung kritik tersebut. Salah satu pengguna Twitter mengekspresikan ketidakpuasannya dengan menyatakan, "never had a good feeling about this man to begin with. grown ass man being bitter and shady on ig like where’s your professionalism fcking clout chaser??".
Beberapa penggemar lainnya juga angkat bicara, menunjukkan kekecewaan terhadap Apro dan menilai bahwa hubungan buruk antara EVAN dan ENHYPEN kini semakin terlihat, meski mereka sebelumnya bekerja sama selama enam tahun. Salah satu penggemar berkomentar, "guess we all agree they ended on bad terms now that even his so-called producer friends during his debut promotion are badmouthing on enhypen after being coworkers for six years...".
Berikut video yang diunggah mengenai situasi ini:
Sementara itu, kritik terhadap Apro dan dugaan sikapnya terhadap ENHYPEN terus menjadi topik hangat di kalangan penggemar. Mereka berharap agar EVAN bisa fokus pada karir solonya tanpa terpengaruh oleh kontroversi yang tidak perlu. Ini adalah langkah awal yang penting bagi EVAN setelah meninggalkan grup, dan bagaimana ia menghadapinya akan sangat mempengaruhi perjalanan karirnya ke depan.
Dengan semua perhatian yang diberikan, EVAN diharapkan dapat mengatasi tantangan ini dan terus berkarya di industri musik. Para penggemar juga berharap agar para anggota ENHYPEN tetap saling mendukung meskipun ada isu yang muncul di antara mereka.
(wk/timw)