Aktor Sam Neill, bintang Jurassic Park, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker.
- Senin, 13 Juli 2026 - 16:31 WIB
WowKeren - Bintang film legendaris, Sam Neill, yang dikenal melalui perannya dalam film Jurassic Park dan Jurassic World, meninggal dunia pada Senin, 13 Juli 2026 di Sydney, Australia, dalam usia 78 tahun. Keluarga Neill mengonfirmasi kabar duka ini melalui pernyataan resmi, meskipun tidak mengungkapkan penyebab kematiannya.
Sejak beberapa waktu lalu, Sam Neill diketahui berjuang melawan kanker darah stadium akhir. Namun, sebelum kepergiannya, ia sempat mengumumkan bahwa ia telah bersih dari penyakit tersebut. Keluarga menyatakan bahwa meskipun kehilangan Neill sangat mengejutkan, mereka merasa bersyukur karena ia meninggal dalam keadaan bebas dari sel kanker.
Keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada tim medis di St Vincent's Private Hospital yang telah memberikan perawatan luar biasa selama perawatan Neill. Mereka meminta perhatian publik untuk menghormati privasi mereka di saat berduka ini.
Perjalanan Sam Neill melawan kanker dimulai setelah proses syuting Jurassic World Dominion pada tahun 2022, di mana ia didiagnosis mengidap limfoma sel T angioimunoblastik stadium tiga, jenis kanker darah yang agresif. Pada awalnya, kondisi ini diperkirakan mengharuskan Neill untuk menjalani kemoterapi seumur hidup.
Kepada 7News, seperti dilaporkan The Guardian pada 29 April 2026, Neill mengungkapkan bahwa ia telah hidup berdampingan dengan jenis limfoma ini selama kurang lebih lima tahun. Pengalaman kemoterapi yang dijalaninya dianggap sangat menyakitkan, meskipun beberapa perawatan berhasil memperpanjang harapan hidupnya. Namun, situasi mulai berubah ketika obat kemoterapi yang ia terima tidak lagi efektif, membuat Neill merasa kehilangan arah dan dekat dengan ajalnya.
Titik balik bagi kesembuhannya terjadi saat ia memutuskan untuk berpartisipasi dalam uji klinis terapi sel T CAR yang spesifik untuk jenis limfoma yang dideritanya. Prosedur ini melibatkan pengambilan sel T dari tubuhnya, yang kemudian direkayasa secara genetik di laboratorium untuk dapat melacak dan menghancurkan sel kanker. Sel yang telah dimodifikasi kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuhnya.
Hasil pemindaian medis terbaru menunjukkan bahwa tidak ada lagi sel kanker yang tersisa di tubuhnya, pencapaian yang membuat Neill bersemangat untuk kembali ke dunia akting. Pada bulan April 2026, ia dengan penuh semangat mengumumkan bahwa ia telah bebas dari kanker setelah bertarung selama hampir lima tahun.
Kabar kesembuhannya tersebut mendorong Sam Neill untuk memulai kampanye sosial bersama Snowdome Foundation, sebuah yayasan kanker darah nirlaba. Ia mendesak pemerintah federal dan negara bagian Australia untuk memperluas akses terapi sel T CAR agar lebih banyak pasien dapat mendapatkannya melalui sistem kesehatan publik. Menurut Neill, biaya pengobatan privat untuk terapi ini sangat tinggi, mencapai AUD600 ribu atau sekitar Rp7,53 miliar per pasien, dan aksesnya masih terbatas di beberapa rumah sakit.
Sam Neill lahir di Irlandia Utara dan dibesarkan di Selandia Baru. Ia adalah aktor pionir yang sukses membawa sinema belahan bumi selatan ke panggung global melalui film Sleeping Dogs (1977) dan My Brilliant Career (1979). Kariernya semakin bersinar di Hollywood pada tahun 1980-an berkat penampilannya yang menawan dalam film horor Omen III: The Final Conflict dan Possession (1981). Neill juga sempat menjadi kandidat kuat untuk peran James Bond setelah membintangi serial mata-mata Reilly: Ace of Spies pada tahun 1983.
Di penghujung kariernya, Neill telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor paling dihormati. Ia terkenal berkolaborasi dengan aktris Meryl Streep dalam film Plenty (1985) dan A Cry in the Dark (1988), serta beradu peran dengan Nicole Kidman dalam Dead Calm (1989) dan membintangi film box office global The Hunt for Red October (1990).
(wk/timw)