Seorang wanita Jepang dituduh mencoba mencium Jin BTS tanpa izin, sidang ditunda.
- Selasa, 14 Juli 2026 - 16:37 WIB
WowKeren - Sidang pertama untuk seorang wanita Jepang berusia 50-an, yang hanya diidentifikasi sebagai A, ditunda setelah dirinya tidak hadir di pengadilan. A dituduh mencoba mencium anggota BTS, Jin, tanpa izin saat acara penggemar di Seoul.
Menurut sumber hukum, sidang tersebut dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Distrik Timur Seoul pada 14 Juli 2026. Namun, pengadilan memindahkan jadwalnya ke 16 Juli setelah A gagal hadir. Pengadilan telah menunjuk penerjemah untuk A, yang merupakan warga negara Jepang, sebelum sidang tersebut.
A sebelumnya mengajukan keberatan tertulis mengenai cara proses pengadilan ditangani dan mempertahankan hak hukumnya. Alasan spesifik terkait pengajuan tersebut belum dipublikasikan.
Belum jelas apakah keberatan tersebut akan mempengaruhi kasus atau apakah A akan menghadiri sidang yang dijadwalkan ulang. Insiden ini dilaporkan terjadi selama acara 'Free Hug' Jin di Jamsil Indoor Stadium, Seoul, pada 13 Juni 2024. A dituduh mencoba mencium pipi Jin saat memeluknya. Jin terlihat berbalik dan tampak terkejut.
Setelah acara tersebut, para penggemar mengajukan keluhan melalui sistem petisi publik resmi Korea Selatan dan meminta polisi untuk menyelidiki insiden tersebut. Polisi awalnya meminta A untuk hadir untuk diinterogasi, tetapi kemudian menangguhkan penyelidikan sementara karena diperkirakan akan memakan waktu lama. Kasus ini dilanjutkan setelah A memasuki Korea Selatan dan secara sukarela menghadiri interogasi.
Polisi kemudian mengirimkan kasus ini ke kejaksaan setelah memutuskan ada dasar untuk mengejar tuduhan serangan tak senonoh. A dilaporkan berargumen bahwa ia percaya insiden tersebut hanyalah kontak fisik ringan dengan seorang selebriti dan mengklaim tidak memiliki niat kriminal. Namun, jaksa memutuskan untuk melanjutkan kasus ini setelah mempertimbangkan kontak yang diduga terjadi tanpa izin Jin, serta tindakan dan komentar A setelahnya.
Berbicara kepada TBS News Jepang tentang dakwaan tersebut, A mengatakan, 'Saya merasa kecewa dan dirugikan. Saya tidak pernah berpikir ini akan dianggap sebagai kejahatan.'
Tuduhan ini belum diputuskan oleh pengadilan, dan proses hukum masih berlangsung.
(wk/timw)