Vidi Aldiano mengungkapkan alasan mengapa gagal menonton konser NCT 127 pada Jumat (4/11) kemarin. Vidi juga menyinggung soal kabar tak mengenakkan tentang surat ancaman bom.
Saat sesi ment, seperti biasa para member berinteraksi dengan penonton setelah menyanyikan beberapa lagu pembuka. Di sini, Taeyong sang leader mengatakan kalimat dalam Bahasa Sunda.
Media Korea Topstarnews mengabarkan adanya ancaman bom di lokasi konser NCT 127 di ICE BSD, Tangerang. SM Entertainment selaku agensi boy grup beranggotakan 9 orang itu menanggapi berita ini.
Fans NCT 127 sudah tak sabar bertemu idola mereka terlepas dari ancaman bom. Para fans tampak berlarian dan berbondong-bondong memasuki gedung ICE BCD tempat konser akan dilangsungkan nanti malam.
Publik tengah dibuat was-was karena adanya ancaman bom di Konser NCT 127 pada hari ini, Jumat (4/10). Bukan hanya surat, pengirim surat ancaman juga menggambarkan denah bom di ICE BSD.
Terlihat dari situasi dalam video-video rekaman fans yang beredar di media sosial, fans tampak santai sambil menunggu hall dibuka. Mereka justru antuasis mendengar suara para member.
Berita ancaman bom ini sampai ke telinga fans internsional melalui media sosial. Meski sudah diberitahukan bahwa pihak kepolisian tak menemukan bom di lokasi konser, mereka tetap khawatir.
Polda Metro Jaya ungkap alasan konser NCT 127 masih tetap bisa diselenggarakan tanpa ditunda meski sempat ada ancaman teror bom. Hal itu rupanya terkait izin yang keluar.
Konser NCT 127 dikejutkan oleh ancaman bom yang beredar di media sosial dan saat ini ICE BSD sebagai lokasi tengah dalam penjagaan ketat. Pihak kepolisian menambah personel sementara konser tetap berlangsung.
Penyebar mengatakan dirinya bukan akun pertama yang menyebarkan surat ancaman bom di konser NCT 127. Ia mengungkap sama sekali tidak memiliki niat membuat panik.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa ICE BSD Tangerang yang merupakan lokasi konser solo NCT 127 'NEO CITY - THE LINK' telah aman usai diungkapkan ada ancaman bom.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengungkap bahwa pihaknya sedang melakukan profiling pelaku. Ia mengklaim bahwa kepolisian sudah tahu identitas penyebar informasi itu.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan pada Jumat (4/11), ancaman itu memang benar adanya. Tim gegana akhirnya dikirim ke lokasi untuk melakukan sterilisasi.