Picewell Forbes harus mempertanggungjawabkan pernyataannya dalam rapat tahunan Partai Progressive Liberal yang menyebutkan bahwa salah satu terdakwa, Pleasant Bridgewater, telah bebas.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Oktober 2009 - 10:55 WIB
WowKeren - Pria yang menyebabkan pembatalan persidangan kasus pemerasan terhadap aktor kawakan John Travolta kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hakim. Seperti dikutip dari Associated Press, berdasarkan pernyataan resmi dari pengadilan, Picewell Forbes, salah seorang anggota parlemen kepulauan Bahama, diharuskan hadir di pengadilan untuk menjelaskan mengapa ia menyatakan pembebasan sebelum juri mengumumkan putusannya.
Terkait pemanggilan yang rencananya akan digelar hari Jumat 23 Oktober tersebut, Picewell tidak memberikan komentar apapun. Adapun hingga berita ini diturunkan masih belum ada kejelasan apakah pihak yang berwenang mempertimbangkan untuk mengadakan pemeriksaan kriminal terhadap kemungkinan kebocoran di dalam juri.
Persidangan kasus pemerasan yang semula digelar hari Rabu (21/10) lalu tersebut terpaksa dibatalkan setelah Picewell mengumumkan pada para anggota yang hadir di rapat tahunan Partai Progressive Liberal bahwa terdakwa Pleasant Bridgewater, mantan anggota senat Bahama dari partai tersebut, telah dibebaskan. Sedangkan pada Rabu malam itu, para juri masih berunding untuk memutuskan hasilnya.
Sehubungan dengan pernyataan dalam rapat yang disiarkan di televisi tersebut, pengacara Picewell, Anthony McKinney, mengatakan pada radio lokal bahwa kliennya hanya mengulangi rumor yang ia dengar sesaat sebelum maju memberikan pidato. Anthony menjelaskan jika Picewell tidak memiliki waktu untuk mengklarifikasi informasi dan kini kliennya berniat untuk meminta maaf pada hakim.
Di sisi lain, juru bicara John mengatakan bahwa suami aktris Kelly Preston tersebut akan tetap bekerjasama dengan para jaksa penuntut umum. Jubir itu menambahkan jika pihak John merasa kecewa dengan kesalahan anggota parlemen tersebut.
Pleasant Bridgewater dan pengemudi ambulan Tarino Lightbourne merupakan kedua terdakwa kasus pemerasan terhadap John terkait kematian putranya, Jett Travolta, Januari lalu. Para terdakwa mengancam akan membeberkan dokumen yang telah ditandatangani oleh John jika ia tidak memberikan uang sebesar 25 juta dolar.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa John menolak untuk membawa Jett ke rumah sakit setelah putranya ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandinya. Semula John menolak karena ia ingin segera membawa putranya ke bandara untuk mendapatkan perawatan medis di Florida. Namun, pada akhirnya John menemani Jett ke rumah sakit lokal di kepulauan Bahama tersebut.
Putra sulung John dan Kelly Preston tersebut meninggal secara tiba-tiba setelah mengalami kejang ketika mereka sekeluarga tengah menikmati liburan keluarga di Kepulauan Bahama. Dalam persidangan terungkap bahwa Jett (16) menderita autisme seperti yang dirumorkan selama ini.
(wk/)