Menurut penuturan teman-temannya, pelantun single "Russian Roulette" ini seperti tengah mengalami depresi karena ia selalu menghabiskan waktunya dengan berpesta, minum-minum dan membuat tato.
- Tim WowKeren
- Kamis, 31 Desember 2009 - 15:10 WIB
WowKeren - Meski Rihanna telah menunjukkan kalau ia baik-baik saja pasca kasus penganiayaan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya, Chris Brown, terhadap dirinya, kabar terbaru mengungkapkan jika kondisinya sedikit mengkhawatirkan. Teman-temannya merasa bahwa Rihanna tengah mengalami depresi.
"Ia (Rihanna) bertindak terlalu jauh," ungkap seorang sumber pada majalah Inggris, Now Magazine. "Ia terlalu menuruti apa kata hatinya, ia melakukan semuanya, tetapi untuk sebuah tato, anda tidak dapat menghapusnya."
"Setiap malam ia selalu melakukan hal yang sama. Ia pergi clubbing, minum-minum dan berusaha tetap terjaga hingga dini hari," imbuh sumber tersebut. "Itu merusak waktu tidurnya, tetapi sepertinya ia tidak perduli. Ia seperti berada dalam misi penghancuran diri."
Awal bulan ini Rihanna telah mengukir sebuah tato baru di tubuhnya. Penyanyi kelahiran Barbados 21 tahun silam ini menambah koleksi tatonya dengan sebuah tulisan motto hidup, "Never a failure, always a lesson", di dadanya.
Beberapa bulan terakhir, pelantun single "Russian Roulette" ini sempat absen dari dunia musik karena tersangkut kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Chris terhadapnya di bulan Februari lalu. Rihanna yang baru saja merilis album terbarunya, "Rated R", bulan November lalu kini tengah sibuk mempromosikan album tersebut.
(wk/)