Tetangga Cut Tari mengaku Yusuf jarang pulang, sementara pihak keluarga menegaskan kalau mereka masih satu rumah dan tak ada masalah apapun.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 28 Mei 2011 - 11:50 WIB
WowKeren - Presenter, bintang iklan sekaligus bintang sinetron yang pernah tersangkut kasus video porno Ariel dan Luna Maya, Cut Tari, kembali dihadang gosip tak sedap. Kali ini terkait rumor perceraiannya dengan Johannes Yusuf Subrata.
Dari kasak-kusuk yang beredar, mantan presenter acara gosip Trans TV, "Insert", itu telah pisah rumah dengan Yusuf (panggilan akrab suami Cut Tari). Pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dikabarkan pindah dari rumahnya dan Cut Tari di Jl Pondok Kelapa 12, Jakarta Timur. Yusuf memilih tinggal bersama putri satu-satunya, Sidney, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Saat dikunjungi, sama sekali tak tanpa tanda-tanda kehidupan di rumah Cut Tari tersebut. "Sudah jarang pulang mas Yusuf, anaknya juga sudah nggak terlihat main," ungkap salah seorang tetangga yang rumahnya persis di depan kediaman Cut Tari, pada detikHot, Jumat 27 Mei.
Namun kabar perpisahan ini dibantah pihak keluarga Cut Tari. Sepupu Cut Tari, Cindy, menegaskan kalau mereka masih tinggal bersama.
"Mereka masih satu rumah. Datang saja. cek saja ke rumahnya, masih tinggal sama-sama kok dengan anaknya," tegas Cindy saat dihubungi lewat telepon oleh Okezone , Jumat 27 Mei. "Mereka baik-baik saja. Tak ada masalah."
Ini bukan pertama kalinya pasangan yang menikah 9 Januari 2004 itu ini diisukan hendak bercerai. Kabar keretakan rumah tangga yang terbina selama tujuh tahun ini berhembus ketika video porno Tari dan Ariel tersebar sekitar tahun lalu. Padahal saat terlihat di video tersebut, presenter kelahiran Jakarta 1 November 1977 itu masih berstatus sebagai istri Yusuf.
Masyarakat terkejut ketika Yusuf tetap setia mendampingi Tari. Ia juga menegaskan kalau dirinya tak akan bercerai dari Tari.
"Mengenai pemberitaan perceraian itu tidak ada," ujar Yusuf saat mendampingi Tari dalam konferensi pers di kantor pengacara Hotman Paris, tahun lalu. "Jangan diarahkan ke sana."
(wk/)