PSSI tak peduli dengan undangan Ketua Umum KPSI, Toni Apriliani, karena organisasi yang tidak diakui FIFA dinilai ilegal.
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 Januari 2012 - 10:26 WIB
WowKeren - PSSI tak peduli dengan tuntutan untuk meminta maaf saat Pra Kongres KPSI 21 Januari. PSSI bersikap masa bodoh dengan permintaan Ketua Umum KPSI, Toni Apriliani, karena KPSI adalah lembaga ilegal yang tidak diakui FIFA.
"Karena mereka ilegal, kami tidak mau berhubungan dengan mereka," kata juru bicara PSSI, Eddi Elison, Kamis (19/1). "Kalau kami berhubungan, berarti kami mengakui mereka."
Rencana KPSI menggelar kongres tahunan pada 21 Januari juga ditanggapi dingin Eddi. "Biarkan saja mereka berkoar-koar. Mereka tidak anggap PSSI juga silakan," ujar Eddi.
Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukaddar, menegaskan kalah FIFA masih mengganggap PSSI sebagai regulator resmi sepak bola Indonesia. Hal itu terlihat dari surat FIFA ke PSSI yang menyerahkan verifikasi berkas tuntutan KLB ke PSSI.
"Mereka meminta kami memverifikasi berkas tuntutan KLB itu," kata Saleh. Artinya, mereka masih mengakui kami."
Sementara itu, KPSI kembali menyoroti kepengurusan Ketua Umum Djohar Arifin. Menurut Toni, alokasi anggaran Timnas Indonesia sebesar Rp 369 miliar itu terlalu besar.
"Sepak bola kita sudah masuk ke ranah industri. Sudah jelas ada sponsor, sudah diumumkan (akan ada) yang membantu Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dalam jangka 3-4 tahun, tapi masih meminta ke pemerintah," kata Toni, Rabu (18/1). "Anggaran Menpora bisa habis kalau uang itu dikasih ke PSSI."
(wk/)