Menurut Happy, tanggung jawab seorang sutradara sangatlah besar sekali.
- Tim WowKeren
- Minggu, 25 November 2012 - 19:48 WIB
WowKeren - Peraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI 2010, Happy Salma, mengakui kesulitan saat menyutradarai sebuah film.
"Jadi seorang sutradara itu ternyata enggak mudah. Karena tanggung jawabnya besar sekali. Kita harus bisa menjadi seorang pemimpin di antara banyaknya kepala yang harus di arahkan menjadi satu tujuan. Dan itu saya akui tidak mudah," aku Happy.
Lebih lanjut istri dari Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa ini mengatakan bahwa tidak hanya mengalami kesulitan untuk menyatukan visi & misi untuk semua kru film, akan tetapi mengarahkan pemain baru juga merupakan tantangan tersendiri.
"Saya ini baru pertama kali jadi sutradara. Dan sementara itu saya juga harus bisa men-direct pemain saya yang notabene dia juga belum pernah main film sebelumnya. Seperti salah satu pemain film saya yang kebetulan pas kita casting karena enggak ada yang cocok, jadi saya ambil orang wardrobe saya, itu susah bukan main," lanjut Happy Salma saat ditemui di Jambore Film Pendek, Jakarta Timur, Minggu (25/11).
Artis yang kini menjadi duta iklan produk-produk Korea ini mengatakan bahwa dirinya akan kembali mikir-mikir ulang jika ada tawaran lagi untuk menjadi sutradara kembali.
"Kemarin aja pas aku bikin film pendeknya yang berjudul 'Cicak Di Dinding' karya novelnya Dewi Lestari, walaupun durasinya cuma beberapa menit karena bentuknya film omnibus, tapi prosesnya enggak gampang sama sekali. Jadi lain kali, kalau ada tawaran lagi, aku pikir-pikir dulu deh," jawabnya.
(wk/)