Menurut Bepe, PSSI seharusnya belajar dari Federasi Sepak Bola Singapura yang lebih bisa menghargai pelatih meski beberapa kali gagal dalam turnamen.
- Tim WowKeren
- Jumat, 10 Mei 2013 - 09:01 WIB
WowKeren - Walau tak lagi menjadi pemain timnas, Bambang Pamungkas tetap memikirkan kualitas skuad Merah Putih. Bepe merasa tak nyaman karena Timnas Senior kerap kali gonta-ganti pelatih mulai dari Nil Maizar, Luis Manuel Blanco, Rahmad Darmawan hingga Jacksen F Tiago.
Lewat situs resminya, Bambangpamungkas20.com, eks kapten Persija Jakarta itu menegaskan kalau pergantian pelatih justru memicu kurangnya prestasi timnas. "Adakah di antara kita yang berpikir, bahwa salah satu faktor yang membuat tim nasional Indonesia gagal, adalah terlalu seringnya terjadi pergantian pelatih tim nasional?" tulis Bepe di artikelnya "Karma Sepakbola Indonesia".
Bepe menilai kalau PSSI seharusnya jangan terlalu cepat mengganti pelatih meski gagal dalam satu kompetisi. Seharusnya, PSSI belajar banyak dari Federasi Sepak Bola Singapura yang tetap mempertahankan pelatih Radojko Avramovic sejak 2003 lalu.
"12 pelatih dalam kurun waktu 15 tahun. Dalam hal ini kita bisa belajar bagaimana Singapura begitu yakin, percaya, dan menghargai Radojko sebagai seorang pelatih tim nasional," lanjut Bepe. "Raddy juga tidak luput dari kegagalan dalam beberapa turnamen, tetapi Federasi Sepakbola Singapura tetap yakin, sabar, dan percaya. Sekarang semua itu terbalas dengan tiga gelar Piala AFF di tangan Radojko Amvramovic."
"Bagaimana seorang pelatih dapat mengimplementasikan ilmu serta keinginannya dengan maksimal, jika setiap gagal dalam satu turnamen, maka akan langsung diganti oleh pelatih yang lain?" tutur Bepe. "Secara tidak langsung, hal tersebut juga akan menjadi kendala yang sangat besar bagi para pemain tim nasional."
(wk/)