Latihan Tenis Hindarkan Novak Djokovic Derita Trauma Perang
SerbaSerbi

Djokovic yang masih berusia 12 tahun akhirnya mengambil segi positif dari perang dengan fokus berlatih tenis ketika sekolah meliburkannya.

WowKeren - Semasa kecil, Novak Djokovic pernah merasakan masa-masa perang di Serbia. Meski cukup berat dan rumahnya nyaris menjadi sasaran bom, Djokovic justru memanfaatkan saat-saat itu untuk melatih kemampuannya bermain tenis.

"Masa itu merupakan waktu terberat buatku, teman dan kolega sebangsa dari Serbia. Masa dalam hidup yang kami harap tak terjadi pada orang lain," kata Djokovic. "Tapi kami melihat sisi positifnya. Kami masih anak-anak. Kami baru berusia 12 tahun."

"Jadi, kami berpikir, oke kami tak diizinkan pergi ke sekolah, kami bisa lebih banyak bermain tenis," ujar Petenis Nomor Satu Dunia itu. "Jadi, kami berlatih tenis setiap hari selama dua bulan itu dengan pesawat tempur terbang di atas kepala kami. Kami tak terlalu memikirkannya."


Perang yang diceritakan Djokovic itu yakni saat pihak NATO yang disponsori AS melakukan pengeboman terhadap wilayah Serbia. Tujuannya untuk menangkap paksa pimpinan Serbia, Slobodan Milosevic, yang melakukan pembantaian terhadap etnis Albania di wilayah itu.

Terkait kesibukan saat ini, Djokovic masih berjuang di turnamen AS Terbuka 2013. Ia kini melenggang ke babak 16 besar setelah mengalahkan Joao Sousa dalam pertandingan di Arthur Ashe Stadium, Senin (2/9). Dalam babak berikutnya, Djokovic akan berhadapan dengan Marcel Granollers.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait