Terlibat Drama Syarat Vaksinasi, Novak Djokovic Punya Saham di Perusahaan Pengembang Obat COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Drama persyaratan vaksinasi COVID-19 yang menyeret nama Novak Djokovic telah berakhir dengan pendeportasiannya dari Australia. Kini terungkap fakta akan Djokovic yang cukup disorot publik.

WowKeren - Setelah terlibat drama panjang syarat vaksinasi COVID-19 saat hendak mengikuti ajang Australia Open, kini bintang tenis dunia Novak Djokovic harus menerima "kekalahannya" lantaran visanya dibatalkan. Atas pembatalan visa ini, maka Djokovic dideportasi dari Australia beberapa waktu lalu.

Namun kini terungkap fakta yang cukup menjadi sorotan publik, pasalnya Djokovic digadang-gadang memiliki saham sebesar 80 persen di sebuah perusahaan biotek Denmark yang juga bertujuan untuk mengembangkan pengobatan untuk COVID-19 yang tidak melibatkan vaksinasi. Melansir The Guardian, petenis peringkat 1 dunia ini disebut telah membeli 80 persen saham di QuantBioRes pada tahun 2020 lalu.

Mengenai kepemilikan saham 80 persen atas Djokovic di perusahaan biotek tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kepala Eksekutif Perusahaan Ivan Loncarevic kepada Reuters. Kepada Financial Times, Loncarevic menuturkan bahwa ia belum berkomunikasi kembali dengan Djokovic, namun ia memastikan bahwa bintang tenis itu tidak anti vaksin.


Lebih lanjut, Loncarevic menuturkan bahwa QuantBioRes memiliki sekitar 11 peneliti yang bekerja di Denmark, Australia, dan Slovenia. Ia lantas menekankan bahwa perusahaan tersebut mengembangkan dan mengerjakan pengobatan COVID-19, bukan vaksin. Selain itu, situs web perusahaan juga mengatakan telah mulai mengembangkan "mekanisme penonaktifan" untuk COVID-19 pada Juli 2020 lalu.

Masih melansir The Guardian, Loncarevic mengatakan bahwa perusahaan sedang mengembangkan peptida, yang menghambat virus COVID-19 menginfeksi sel manusia. Nantinya, diharapkan bisa melakukan uji coba klinis di Inggris pada musim panas tahun 2022 ini. Sementara itu, seorang Juru Bicara Djokovic belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait hal ini.

Mengenai pertandingan tenis sendiri, setelah dideportasi dari Australia lantaran tidak bisa membuktikan pengecualian medis untuk vaksinasi COVID-19, tampaknya Djokovic juga terancam tidak bisa mengikuti gelaran French Open 2022. Hal ini lantaran Kementerian Olahraga Prancis meminta agar seluruh peserta yang hendak mengikuti French Open 2022, harus sudah divaksinasi COVID-19.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts