Beyonce dinilai tidak sensitif karena menyertakan audio dari musibah ledakan pesawat ulang-alik Challenger ke dalam lagu 'XO'.
- Tim WowKeren
- Selasa, 31 Desember 2013 - 08:11 WIB
WowKeren - Beyonce Knowles ternyata tak hanya mendapat reaksi positif dari album "Beyonce". Kali ini dia justru dikritik tidak sensitif karena menyertakan audio dari musibah ledakan pesawat ulang-alik Challenger di single perdana album ini, "XO".
Orang-orang yang terkait dengan tragedi tersebut merasa Beyonce telah membuka luka lama mereka. June Scobee Rodgers, janda dari Dick Scobee yang menjadi salah satu korban, mengaku kecewa dengan keputusan Beyonce memakai audio tersebut.
"Kami kecewa saat mengetahui audio dari hari dimana kami kehilangan para kru Challenger digunakan dalam lagu 'XO'," ujarnya. "Momen yang ada di lagu ini adalah saat yang paling sulit bagi para keluarga, kolega dan sahabat korban Chalengger. Kami selalu memilih untuk tidak fokus ke bagaimana mereka meninggal, tapi bagaimana mereka hidup dan masih dikenang sampai sekarang."
"Pilihan untuk menggunakan audio bersejarah ini sangat tidak tepat," tambah Keith Cowing, mantan pegawai NASA yang menjalankan website NASAWatch.com. "Hanya sedikit berbeda dengan memakai kata-kata Walter Cronkite untuk mengumumkan kematian Presiden Keneddy atau panggilan 911 dari serangan WTC sebagai kejutan di lagu pop."
Keith ingin Beyonce menghilangkan audio tersebut dan meminta maaf kepada para keluarga dan kru Chalengger. Beyonce sendiri mengaku lagu ini justru direkam untuk membantu menghapus luka mereka yang merasa kehilangan.
"Lagu 'XO' direkam dengan maksud tulus untuk membantu mereka yang kehilangan," tulis keterangan Beyonce, Senin (30/12). "Juga untuk mengingatkan kita terhadap kejadian yang tak terduga. Sehingga kita bisa menghargai setiap menit bersama orang-orang tersayang. Pencipta lagu menyertakan audio ini dengan harapan agar para kru Challenger tidak akan terlupakan."
Pesawat ulang-alik Chalengger meledak 73 detik setelah berangkat dari Kennedy Space Center, 28 Januari 1986. Tujuh kru yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia.
(wk/)