Para pengguna yang ingin mendengarkan layanan streaming musik ini harus mendaftar menjadi pelanggan dengan biaya Rp 1,1 juta per tahun.
- Tim WowKeren
- Jumat, 13 Juni 2014 - 14:46 WIB
WowKeren - Amazon dikabarkan telah meluncurkan layanan streaming musik di Amerika Serikat. Menurut laporan BBC, ini adalah langkah Amazon untuk menyaingi layanan milik Spotify dan Google.
Namun, layanan ini tidak digratiskan. Pengguna yang ingin menonton dan mendengarkan musik diharuskan membayar USD 99 (Rp 1,1 juta) per tahun.
Nantinya, selain bisa mendengarkan musik kesukaan, pelanggan juga akan mendapatkan kiriman gratis dan e-book. Di samping itu, juga mendapat akses ke perpustakaan online Amazon, yang berisi acara televisi dan film.
Untuk awalnya, layanan musik milik Amazon ini memang tidak menyediakan banyak lagu, kurang dari satu juta track. Angka ini sangat jauh bila dibandingkan dengan Spotify atau Beat yang punya koleksi 20 juta lagu, atau Deezer dengan 30 juta koleksi lagu.
Minimnya koleksi lagu Amazon disebabkan mereka gagal mencapai kesepakatan dengan pihak Universal, yang merupakan perusahaan label rekaman terbesar di dunia. Perpustakaan musik milik Amazon ini disokong oleh produksi lagu dari Warner Bros dan Sony, serta dua label lainnya.
Amazon mengungkapkan, pengguna layanan ini harus menjadi pelanggan Prime. Setelah mendaftar, mereka bisa mendengarkan musik tanpa gangguan jeda lagu atau iklan.
Daftar lagu tersebut juga bisa diunduh ke dalam perangkat mobile. Nantinya, lagu yang diunduh bisa didengarkan tanpa harus tersambung dengan koneksi internet. Layanan ini nantinya juga akan tersedia pada perangkat Apple dan Google Android, serta PC dan Mac.
(wk/)