Mark Romanek menyangkal video musik 'Shake It Off' itu bermaksud melecehkan kaum kulit hitam karena tujuannya justru memotivasi orang untuk percaya diri menghadapi haters.
- Tim WowKeren
- Jumat, 22 Agustus 2014 - 12:20 WIB
WowKeren - Video musik Taylor Swift, "Shake It Off", dikritik rapper Earl Sweatshirt karena menghina kaum kulit hitam. Salah satunya yang dianggap melecehkan ketika penari kulit hitam menggoyangkan badan twerking. Namun sutradara video musik "Shake It Off", Mark Romanek, menyangkal hal tersebut.
"Kami memilih gaya dance yang kami kira akan populer dan memilih penari terbaik yang tampil tanpa bermaksud rasis atau menghina budaya tertentu," kata Mark pada Vulture. "Jika anda melihat dengan hati-hati, itu adalah materi yang hebat. Sangat polos dan positif."
Mark juga mengungkap kalau ide video musik itu asli kreasi dari Taylor. Ia memuji Taylor atas idenya tersebut.
"Kami bertemu dan dia memberitahu kalau dia ingin menampilkan anak yang terkesan aneh ternyata jauh lebih keren dari mereka yang bersikap 'sok keren'. Dia bilang ingin menampilkan semua jenis tarian dan dia ingin melibatkan fans. Aku menyukai gagasan itu dan aku menganggap ide mengajak fans (ada di menjelang akhir video) itu sebagai klimaks, semacam kejutan."
"Shake It Off" merupakan single andalan pertama di album baru "1989". Lagu tersebut dimaksudkan untuk memberi motivasi agar anak muda percaya diri menghadapi haters dan kritikan. Menurut rencana, album tersebut akan dirilis Oktober.
(wk/)