Antara Bulan Berdarah dan Benturan Asteroid, Mana yang Akan Hancurkan Bumi?
Dunia

Benturan asteroid maupun Bulan berdarah disebut-sebut akan menjadi akhir dari Bumi yang semakin membuat panik warga dunia.

WowKeren - Sekitar tanggal 22-28 September mendatang, banyak orang mengklaim jika benturan asteroid dan Bulan berdarah atau Blood Moon akan menjadi akhir dari dunia. Meskipun klaim tersebut tidak didasari dengan penjelasan ilmiah yang jelas, berita itu telah menyebar luas ke masyarakat dan menjadi isu hangat tersendiri.

Teori konspirasi akan kehancuran Bumi tersebut nampaknya masih ditakuti oleh banyak orang, meskipun beberapa pihak yang berkaitan telah mengkonfirmasi ketidakbenaran hal ini. "Ada yang mengatakan jika semakin dekat Bulan dengan Bumi, maka akan ada risiko kejadian seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi. Itu adalah palsu," ujar Gemma Lavender, editor majalah All About Space kepada Liverpool Echo, Senin (7/9).

Menurut Gemma, masyarakat tidak perlu khawatir dengan teori tak masuk akal tersebut. Wanita asal Inggris ini justru menyarankan warga Bumi melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan kedatangan Blood Moon nanti.


"Kedekatan Bulan dengan Bumi daripada biasanya memiliki keuntungan yaitu malam yang akan nampak cerah," tambah Gemma. "Kita harus memanfaatkannya dengan melihat kawah atau gunung-gunung yang indah melalui teropong atau teleskop."

Sementara itu, sebelumnya badan antariksa Amerika, NASA telah membantah akan adanya benturan asteroid yang menghancurkan Bumi, begitupun dengan teori Blood Moon. Tak ada penjelasan ilmiah yang membuktikan bahwa Blood Moon akan membuat Bumi gelap gulita selamanya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait