'Saya lelah hidup dalam kemiskinan, makannya saya menjual ginjal agar mendapatkan uang,' terang Rawshan Ara.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Oktober 2015 - 17:38 WIB
WowKeren - Kemiskinan telah mendesak sebagian besar penduduk di Kalai, Bangladesh, untuk menjadi penjual ginjal mereka sendiri. Karena lelah dengan kemiskinan, penduduk menjual ginjal agar mendapatkan uang.
"Saya lelah hidup dalam kemiskinan, makannya saya menjual ginjal agar mendapatkan uang," terang Rawshan Ara, seorang ibu yang mengikuti jejak keluarganya menjual ginjal. "Suami saya sakit terus menerus, dan pendidikan putri saya semakin mahal. Saya sudah bekerja sebagai pembantu di Dhaka, namun upahnya tetap yak mencukupi."
Sementara itu, polisi menduga adanya agen atau sekelompok orang yang mengajak warga menjual ginjal mereka. Mereka juga dibujuk untuk menjadi agen penjual ginjal agar mendapat komisi lebih ketika berhasil menjaring orang.
"Tahun ini saja sudah ada 40 warga Kalai telah menjual ginjal mereka," terang kepala polisi setempat, Sirajul Islam. "Diperkiran, sejak tahun 2005 sekitar 200 orang memutuskan menjual ginjalnya."
Lebih lanjut, Sirajul juga mengungkapkan bahwa warga di 12 desa telah melakukan perjalanan ke perbatasan India untuk menuju rumah sakit yang menampung mereka untuk operasi. "Orang-orang yang telah menjual ginjal mereka sendiri berubah menjadi agen dan bagian dari jaringan perdagangan orang. Agen ini awalnya menargetkan keluarga mereka, kerabat, kemudian penduduk desa," tutupnya.
(wk/)