Asosiasi Islam di Amerika menuntut Donald Trump meminta maaf karena mengusir perempuan muslim saat kampanye.
- Tim WowKeren
- Senin, 11 Januari 2016 - 12:09 WIB
WowKeren - Donald Trump menarik perhatian publik belakangan ini. Kandidat bakal calon presiden Amerika Serikat ini sering membuat kontroversi dengan berbagai ucapannya yang anti Islam.
Bahkan, baru-baru ini Trump sempat mengusir seorang wanita muslim saat kampanye. Rose Hamid, wanita berhijab itu dikawal keluar usai menunjukkan protes saat pengusaha sukses itu berkampanye.
Akibat perbuatannya itu, The Council on American-Islamic Relation (CAIR) menuntut Trump untuk meminta maaf. Mereka menganggap hal itu akan memberikan efek yang negatif bagi umat muslim.
"Seorang muslim diperlakukan dengan kasar dan diusir dari sebuah kampanye politik memberikan pesan mengerikan untuk semua Muslim di Amerika dan bagi siapapun yang menghargai perbedaan agama dan adat yang beragam," ujar Direktur Eksekutir CAIR, Nihad Awad. "Donald Trump harus membuat permintaan maaf secara publik pada wanita itu dan membuat pernyataan jika Muslim di Amerika diterima sebagai penduduk dan partisipan dalam proses politik nasional."
Trump juga diminta menghentikan semua ucapannya yang anti Islam karena dianggap menyebarkan kebencian. Sementara itu, Rose Hamid datang ke kampanye Trump dengan mengenakan kaos yang bertuliskan "Salam, saya datang dalam damai".
Namun, orang yang ada tidak menyambutnya dengan ramah dan bahkan ada yang mengatakan "Dia bawa bom". Ia pun dihampiri dan diajak keluar. Belakangan pihak penyelenggara menjelaskan jika ia diusir karena dianggap menerobos ke dalam sebuah acara pribadi.
(wk/)