Digadang-gadang Bakal Kembali Lawan Donald Trump di Pilpres AS 2024, Biden Ngaku 'Beruntung'
AFP/Patrick Semansky
Dunia

Kedua tokoh politik tersebut disebut akan kembali berhadapan dalam putaran ulang pemilihan Presiden AS 2024. Apabila hal ini benar adanya, maka perlawanan Trump-Biden bak de javu tahun 2020.

WowKeren - Sama halnya dengan Indonesia, di tahun 2024 mendatang, Amerika Serikat (AS) bakal menggelar pesta demokrasi rakyat yakni Pemilihan Presiden (Pilpres). Adapun dalam Pilpres kali ini, Presiden AS saat ini Joe Biden diketahui bakal kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin di negara tersebut.

Di samping itu, lawannya di putaran Pilpres AS tahun 2020 yakni Donald Trump, digadang-gadang juga akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di tahun 2024. Menanggapi hal ini, Biden mengaku akan senang jika pencalonannya pada pemilihan ulang tahun 2024 itu ternyata sama dengan pada saat di tahun 2020 melawan Trump.

"Dalam pemilihan berikutnya, saya akan sangat beruntung jika saya memiliki orang yang sama yang melawan saya," ujar Biden kepada wartawan saat menghadiri KTT NATO dan G7 di Brussels, Kamis (24/3).

Seperti yang diketahui, Biden sendiri jarang berbicara tentang prospeknya untuk masa jabatan kedua dan ada spekulasi bahwa dia tidak akan mencalonkan diri sama sekali. Saat ini Biden telah berusia 81 tahun. Apabila dia kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Presiden AS, maka di akhir masa kepemimpinannya, Biden memasuki usia 86 tahun.


Namun ketika disinggung mengenai prospek bahwa seseorang seperti Trump apakah dapat menggantikannya dalam dua tahun, Biden langsung mengindikasikan bahwa inilah skenario yang memotivasinya untuk tetap menjabat sebagai pemimpin AS.

Sebagai pengingat, pada putaran ulang tahun 2020, setelah hanya satu masa jabatan, Trump telah berkampanye sejak kebohongan yang dia menangkan dan tidak merahasiakan bahwa ia ingin kembali ke Gedung Putih. Hal ini merujuk pada kejadian Capitol 6 Januari 2021.

Biden pun menyampaikan kembali bahwa di peristiwa Capitol 6/1 itu, ia diserbu oleh para pendukung Trump yang menyebut bahwa pemilihan telah dicuri. "Saya tidak akan lari lagi, saya memutuskan tidak akan diam lagi," tegas Biden.

Dalam jajak pendapat, Biden "mendekam" lantaran inflasi yang tinggi selama beberapa dekade memakan persetujuan pekerjaannya dan janjinya untuk menyembuhkan polarisasi politik yang parah di AS.

Sementara Partai Demokrat-nya juga menghadapi perjuangan berat untuk mempertahankan kendali Kongres dalam pemilihan paruh waktu di November mendatang.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts