Sebut Tak Ada Ruang untuk LGBT, Amerika Serikat Kritik Jubir Jokowi
Dunia

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Elizabeth Trudeau mengkritik ucapan Juru Bicara Presiden RI soal LGBT.

WowKeren - Keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender memang masih menuai polemik di Indonesia. Bahkan sebagian kalangan bereaksi sangat keras dan meminta para LGBT diproses secara hukum.

Tidak hanya itu, Juru Bicara Presiden RI, Johan Budi beberapa waktu lalu juga sempat membuat pernyataan terkait LGBT. "Namun kalau LGBT diartikan sebagai gerakan untuk mempengaruhi pihak lain misalnya untuk mengikuti menjadi seperti mereka, maka itu tidak dibenarkan dan tidak ada ruang di sini," ujarnya.

Pernyataan jubir tersebut rupanya menuai reaksi keras dari Amerika Serikat. Baru-baru ini Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Elizabeth Trudeau secara terang-terangan mengkritik sikap pemerintah Indonesia pada kaum minoritas itu.


"Kami mendorong Indonesia, yang bangga dengan keragaman dan toleransi, untuk menghormati dan menjunjung hak-hak dan standar internasional serta memastikan hak dan perlindungan yang adil kepada semua rakyatnya," ujarnya.

Tidak hanya itu, Trudeu juga menerangkan jika Amerika Serikat memantau langkah-langkah dan kebijakan Indonesia terkait LGBT. "Washington memantau secara dekat tindakan yang mungkin diambil Indonesia yang akan membatasi kebebasan berekspresi para LGBT," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhar telah buka suara menanggapi kritikan Amerika tersebut. Menurutnya, pihak Amerika berhak untuk berkomentar namun tidak boleh sampai mengintervensi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!