Pelaku juga mengaku sempat mendapat iming-iming Rp 10 juta dari orang tak dikenal ...
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Agustus 2016 - 16:24 WIB
WowKeren - Minggu (28/8), terjadi peristiwa percobaan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan. Pelaku diketahui sebagai IAH yang masih berusia 18 tahun dan baru lulus SMA.
Meski demikian, polisi menduga ia tak terkait dengan jaringan teroris manapun. Namun, diduga ia melakukan teror karena terinspirasi oleh salah satu tokoh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakr Al-Baghdadi.
"Hasil pendalaman aparat keamanan, dia tak masuk ke jaringan teroris," ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto dilansir dari Kompas, Senin (29/8). "Solo karir ya, dia terobsesi dari internet."
Hal ini diketahui setelah aparat keamanan menemukan tulisan "I love Al Baghdadi" di tas yang digunakan IAH gunakan. IAH juga kerap menonton video yang terkait dengan ajaran ISIS di warnet milik kakaknya.
Namun, IAH mengaku sempat diperintah oleh seorang yang tak dikenal pada 25 Agustus lalu. Ia mendapatkan iming-iming uang sebesar Rp 10 juta dari orang yang memerintahnya. Sehingga, polisi mulai melakukan pengejaran.
(wk/)