Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menambah kuota haji untuk jamaah asal Indonesia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 30 Agustus 2016 - 10:55 WIB
WowKeren - Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan jemaah haji terbanyak di dunia. Setiap tahunnya, ribuan jemaah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Mekkah, Arab Saudi. Padahal, kabarnya jemaah asal Indonesia harus menunggu hingga 39 tahun untuk bisa berangkat lantaran kuota yang tidak mencukupi.
Demi mengatasi hal itu, pihak Kementerian Agama melakukan segala upaya untuk menambah kuota haji Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengincar kuota haji dari negara lain. Namun kabarnya hal itu tidak mendapat tanggapan positif dari Pemerintahan Arab Saudi.
"Sejak tahun lalu sudah coba kami upayakan. Hanya memang persoalannya tidak sederhana. Contoh, kuota Iran. Sejak beberapa bulan lalu, kami sudah mengetahui kecenderungan kuatnya Iran tidak akan berhaji tahun ini," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam rapat kerja di Komisi VIII, Kompleks Parlemen, Senayan. "Mereka juga belum punya regulasinya. Mereka juga tidak bisa begitu saja memberikan kepada Indonesia, karena negara lain tentu meminta perlakuan yang sama dan punya hak yang sama. Jadi pemerintah Arab Saudi amat sangat berhati-hati."
Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi kabarnya berjanji menyelesaikan renovasi Masjidil Haram. "Alhamdulillah tahun ini pemerintah Arab Saudi berjanji menuntaskan renovasi Masjidil Haram sehingga tahun depan, kuota jadi normal, sehingga tidak kena potongan 20 persen. Kuota normal sekitar 211.000 lebih," imbuhnya.
Sementara itu, baru-baru ini publik tengah menyoroti kasus 177 WNI yang ditahan di Filipina lantaran ingin berangkat haji dengan paspor palsu. Ratusan jamaah asal Tanah Air itu ingin memanfaatkan kuota dari negara tersebut lantaran kuota di Indonesia telah habis.
(wk/)