Filipina Klaim Ledakan Bom di Davao Adalah Pembalasan Dendam Abu Sayyaf
Dunia

Begini pertanyataan dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait serangan bom di Davao.

WowKeren - Serangan bom di pasar Kota Davao, Filipina, Jumat (2/9) mendadak membuat heboh. Pasalnya, serangan tersebut terjadi ketika Presiden Rodrigo Duterte tengah berkunjung ke lokasi.

Filipina mengklaim, serangan bom itu merupakan pembalasan dendan dari kelompok Abu Sayyaf. Wali Kota Davao, Menteri Pertahanan Nasional setempat serta Presiden Duterte sendiri telah memberikan pernyataan mereka terkait hal ini.

"Ini bukan pertama kalinya Davao dijadikan dikorbankan menjadi lokasi kekerasan," kata Presiden Duterte seperti dilansir dari Aljazeera. "Sebelumnya juga selalu terhubung dengan Abu Sayyaf. Mereka telah memberikan peringatan. Kami tahu itu."


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pelaku dari serangan bom yang menewaskan 14 orang itu masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan sejumlah petunjuk yang ada, penyerang diperkirakan memang terkait dengan Abu Sayyaf.

"Meski belum ada yang muncul untuk mengklaim aksi itu, kami hanya bisa mengasumsikan bahwa ini dilakukan kelompok teroris Abu Sayyaf yang telah menyebabkan banyaknya korban jiwa di Jolo dalam beberapa pekan terakhir," tutur Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana seperti dilansir kantor berita AFP. "Kami telah menduga ini dan telah mengingatkan pasukan kami, namun musuh juga mahir memanfaatkan ruang demokrasi yang diberikan konstitusi kita untuk bergerak bebas dan leluasa menabur teror."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!