Begini tanggapan Menteri KLHK soal penyanderaan 7 petugas penyidik kebakaran hutan di Rokan Hulu, Riau.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 September 2016 - 10:10 WIB
WowKeren - Tujuh pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disandera di Rokan Hulu, Provinsi Riau. Tujuh petugas yang terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut) itu ditangkap sejumlah orang misterius saat mengusut kasus kebakaran lahan.
Muncul dugaan penyanderaan ini terkait dengan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Pasalnya, tujuh petugas itu dikepung segerombolan orang misterius saat mereka menyegel kawasan hutan dan lahan terbakar yang berada dalam pengawasan PT APSL.
Menteri KLHK, Siti Nurbaya sendiri sangat mengecam tindakan penyanderaan tersebut. Menurutnya itu adalah kejahatan luar biasa dan harus ditindak tegas.
"Kejahatan luar biasa ini harus ditindak secara keras. Harus kita perangi bersama-sama. Untuk itu penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus menggunakan konsep multidoors dan multi instrumen hukum," ujarnya seperti dilansir dari Liputan 6.
Meski begitu, pihak KLHK tidak gentar dan akan terus menindak tegas pembakar hutan. "Kejadian penyanderaan ini justru menjadi penyemangat kami, untuk maju terus menindak tegas para pelaku Karhutla. Termasuk korporasi nakal yang menyalahi aturan. Ketegasan ini penting demi menjaga Indonesia," imbuhnya.
Sementara itu, dari file yang berhasil diselamatkan di lapangan, tim penyidik menemukan bukti berupa foto lahan gambut yang habis terbakar. Ribuan hektar lahan itu berubah menjadi kebun sawit. Aktivitas ilegal ini diduga difasilitasi oleh perusahaan namun dengan mengatasnamakan kelompok tani.
(wk/)