Polisi merasa aneh karena pengacara menyangkal bahwa AJ melakukan perampokan, lalu apa?
- Tim WowKeren
- Rabu, 07 September 2016 - 08:23 WIB
WowKeren - Perampokan dan penyanderaan mencekam terjadi di sebuah rumah kawasan Bukit Hijau IX, Pondok Indah, Jakarta Selatan, 3 September lalu. Penyanderaan ini terjadi di rumah Asep Sulaiman dengan dua pelaku AJ dan S.
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono mencurigai adanya keanehan dalam kasus tersebut. Pasalnya, AJ yang diduga menjadi dalang penyanderaan itu memilih bungkam dan justru meminta perlindungan. "Dia (AJ) enggak mau ngomong apa-apa. Sangat tertutup. Cuma minta keluarganya dilindungi, terus minta panggil istrinya," ungkap Awi.
Terutama karena AJ mengaku pernah bekerja sebagai ajudan korban namun Asep menyatakan sama sekali tidak mengenal pelaku. "Memang ada bukti kalau tersangka ini kerja jadi security sampai April 2016, jadi ajudan korban. Makanya kami harus terus dalami apa sebenarnya motifnya," jelas Awi.
Sementara, pengacara pelaku justru menyangkal bahwa AJ melakukan perampokan. Pengacara justru menjelaskan bahwa keduanya mencoba menyelesaikan masalah pribadi. "Bahwa sedikit keliru dalam menyelesaikan persahabatan. Masalahnya privasi, sangat privasi," ujar pengacara tersangka AJ, Apolos Djara Bonga.
"Tapi walaupun dalam hal ini langkah yang diambil (AJS) agak keliru, tapi kekeliruannya nanti di pengadilan," tambah Apolos. Sehingga, polisi akan mendalami kasus ini lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.
(wk/)