Pemerintah Indonesia berharap ratusan WNI yang berangkat haji dari Filipina itu bisa dianggap sebagai korban.
- Tim WowKeren
- Kamis, 08 September 2016 - 12:01 WIB
WowKeren - Kasus 177 calon jamaah haji asal Indonesia yang ditahan terkait kasus paspor palsu di Filipina menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintah. Beruntung para WNI itu telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air beberapa waktu lalu.
Meski begitu, belakangan terungkap jika jumlah WNI yang berangkat ke Tanah Suci lewat Filipina jauh lebih banyak. Diketahui sekitar 500-700 jemaah asal Indonesia berhasil lolos dan berangkat haji dengan paspor Filipina.
Hal tersebut diungkap sendiri oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly. Menurut Yassona, mereka adalah korban dari sindikat pembuat paspor palsu, sama seperti 177 WNI yang tertangkap.
"Sebanyak 500-700 jemaah haji Indonesia yang pakai paspor Filipina lagi menjalankan haji," ujarnya. "Mereka korban mafia yang juga disebabkan karena keterbatasan kuota haji kita."
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengirim tim imigrasi ke Filipina untuk mengatur pemulangan ratusan WNI itu setelah ibadah haji usai. Diharapkan para jemaah haji itu bisa dianggap sebagai korban seperti 177 WNI sebelumnya.
Sementara itu, ratusan WNI itu membuat paspor Filipina untuk naik haji demi memanfaatkan kuota haji negara tersebut. Pasalnya kuota dari Indonesia telah habis.
(wk/)