Berikut foto salah satu percakapan yang mengajak orang lain untuk 'menyerang' Atiqah dan Rio Dewanto.
- Tim WowKeren
- Jumat, 30 September 2016 - 16:08 WIB
WowKeren - Ibu aktris cantik Atiqah Hasiholan, Ratna Sarumpaet, kerap terlihat vokal dalam memberikan kritik seputar kebijakan pemerintah. Namun siapa sangka, gara-gara pihak yang tidak menyukai sang ibu, Atiqah dan suaminya, Rio Dewanto sempat menjadi korban kampanye hitam politik.
Atiqah belum lama ini sempat mencurahkan isi hatinya lewat akun Twitter miliknya. Atiqah mengungkapkan bahwa ia dan Rio telah menjadi korban kampanye hitam dari akun bernama Renny Fernandez. Renny sendiri diketahui sebagai salah satu sutradara video klip.
Atiqah sempat mengunggah foto screenshot percakapan Renny dengan akun bernama OmegaPripot. Renny dan OmegaPripot diduga sebagai fans berat Gubernur Tjahaja Basuki Purnama alias Ahok.
"Serang anaknya juga ajah. Sama rio. Lumayan ngefek tuh. Gak ada brand dann film yang mau pake anaknya. karena males ama emaknya," ajak Renny kepada OmegaPripot. "Plis deh, bully Ratna its ok, jangan bawa-bawa anak, menantunya, gak smart," balas akun OmegaPripot. "Anaknya udah gede shay. Supaya bisa nasihatin emaknya. Kecuali di bawah umur."
Atiqah pun memberikan tanggapan yang cukup panjang lewat akun Twitter miliknya. Menurut Atiqah, sebelumnya ia juga sempat menjadi korban buzzer.
"Menjadi korban buzzer, menjatuhkan saya & suami saya, ini bukan yang pertama kali. Pernah terjadi ketika kami menikah di P. Kelor & dituduh & difitnah secara tdk bertanggung jawab meninggalkan sampah. Saat itu saya tidak mempermasalahkan terlalu panjang, karena yang menjadi korban HANYA saya dan suami saya," tulis Atiqah. "Tapi kali ini, untuk kepentingan kampanye, melalukan pembullyan thdp saya dan suami saya, ini menjadi masalah besar untuk saya. Kenapa? Karena tindakan2 sperti ini yg jadi korban BUKAN HANYA saya & suami saya, tapi masyarakat Indonesia yg dgn sengaja di pch belah."
"Mau berkampanye? Kampanye yang sehat! Sampaikan Pikiran Sampaikan Pendapat! Sekeras-kerasnya! Seberani-beraninya!" lanjut Atiqah. "Ibu saya aktivist dari th 90 an. Dia terbiasa menyampaikan pikirannya & sudah banyak yang dia lewati termasuk dipenjara di Era Soeharto."
"Anda memiliki pandangan yang berbeda? Debat! Bukan dengan cara cara seperti ini. Siapapun dalang dari semua ini, becareful guys, pilkada depan mata. jangan sampai mau terpecah belah dgn kelakuan pembully2 seperti ini," tutup Atiqah.

Sementara itu, tak sedikit netter yang memberikan dukungan. Netter pun mengecam aksi buzzer yang dianggap bertindak di luar batas.
"Kita semua pemuda pemudi yang cerdas tau kok mbak harus bagaimana menghadapi polemik pilkada seperti skrng ini," tulis salah seorang netter. "Sabar mbak, kita tahu kok, permainan politik emang kejam," sahut netter lain. "Serem ya mbak cara mereka? Hehe.. Udah, jgn ikut tertarik. Kalo mau via hukum, tp konsul dulu dgn ahli. Kalo ga, cuekin aja," tambah netter lainnya.
(wk/)