Inilah pengakuan Tamara Bleszynski soal ketakutannya di Bali. Simak pengakuannya berikut ini...
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 Oktober 2016 - 20:22 WIB
WowKeren - Selama ini Tamara Bleszynski memutuskan untuk tinggal di Bali bersama putranya. Namun kini ibu dari Teuku Rassya dan Kenzou Lewis ini mengaku merasa tak nyaman lagi tinggal di Bali.
Tamara mengungkapkan rasa tak nyaman ini muncul karena ia selalu ketakutan karena teror. Pengakuan Tamara ini ia ungkapkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Saat itu ia menjadi saksi dalam kasus penganiayaan yang menimpa dirinya.
"Setiap hari saya dibuntuti, diancam, bahkan anak saya yang masih kecil juga diteror," ujar Tamara di PN Denpasar, Selasa (18/10/2016). "Saya merasa tidak nyaman lagi sejak kejadian itu. Saya dikejar dan dijambak."
Seperti yang telah diketahui, pada April lalu Tamara melaporkan I Wayan Sobrat ke kantor polisi atas tuduhan penganiayaan. Tamara mengaku dijambak oleh Sobrat dan memutuskan untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.
Rupanya kejadian itu membuat Tamara merasa trauma hingga saat ini. Tamara mengaku masih merasa ketakutan karena dibayangi teror atas penganiayaan Sobrat padanya.
"Saya benar benar stres saat itu. Terus dibayangi ketakutan," ungkapnya. "Ke mana saya ke luar dibuntuti, dia kejar saya terus dan bilang saya kena karma. Hanya itu yang saya dengar."
Sementara itu, dalam pengadilan tersebut Sobrat tak membantah sepenuhnya pernyataan Tamara. Namun ia tetap bersikukuh tak menjambak rambut Tamara seperti yang telah dituduhkan padanya. "Semua yang dikatakan ada benar dan salah. Tidak benar saya jambak dia," ujar Sobrat dalam pengadilan tersebut.
(wk/)