Ini yang dipikirkan oleh istri Presiden Bashar Al Assad, Asma Al Assad saat ditawari untuk meninggalkan Suriah.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Oktober 2016 - 11:51 WIB
WowKeren - Konflik yang terjadi di Suriah sejak 2011 lalu terus menjadi sorotan publik Internasional. Berbagai serangan bom, ledakan terjadi setiap harinya. Banyak warga yang harus kehilangan tempat tinggal, terluka hingga tewas akibat hal tersebut.
Tak tahan dengan penderitaan itu, banyak warga Suriah yang memilih mengungsi ke negara lain. Meski begitu, tidak ada jaminan mereka akan selamat. Pasalnya ada sejumlah kasus pengungsi yang meninggal dunia lantaran kapal yang mereka tumpangi tenggelam.
Berbagai serangan bom tersebut juga menjadi pengalaman mengerikan yang harus dialami oleh keluarga Presiden Bashar Al Assad. Bahkan, istri Presiden Suriah Asma Al Assad mengaku jika dirinya juga sempat ditawari suaka di negara lain. Namun ia menolaknya.
"Saya tidak pernah berpikir untuk pergi dari tempat ini sama sekali. Saya memang pernah ditawari untuk pergi meninggalkan Suriah. Mereka bahkan akan menjamin keamanan dan perlindungan bagi anak-anak saya dan juga kebutuhan finansial," ujarnya dalam wawancara dengan sebuah media Internasional.
Asma Al Assad mengaku jika dirinya tetap teguh bertahan di Suriah yang tengah dilanda perang sipil itu dan mendampingi suaminya. Menurutnya, jika ia pergi meninggalkan negaranya maka kepercayaan pada kepemimpinan sang presiden akan menurun.
"Tidak perlu menjadi jenius untuk mengetahui apa yang mereka inginkan setelah saya meninggalkan Suriah. Itu bukan untuk menyelamatkan saya dan anak-anak. Itu merupakan upaya untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat pada presiden mereka," imbuhnya.
(wk/)