Begini komentar pedas Presiden Rodrigo Duterte tentang perjanjian pertahanan bilateral dengan AS.
- Tim WowKeren
- Rabu, 26 Oktober 2016 - 10:47 WIB
WowKeren - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte baru-baru ini mengumumkan akan mengakhiri hubungan kerja sama dengan sekutu lamanya, Amerika Serikat. Namun hal tersebut dibantah oleh gedung putih dan mengatakan bahwa kedua negara masih berhubungan baik.
Namun ancaman tersebut kembali Duterte ungkapkan pada pidato terbarunya di Manila pada Selasa (25/10) lalu. Ia mengungkapkan bahawa Filipina bukan "anjing dengan tali" milik Washington dan Amerika bisa melupakan perjanjian pertahanan bilateral karena AS telah lama berkuasa.
"Saya menantikan waktu ketika saya tidak lagi melihat pasukan militer atau tentara di negara saya kecuali tentara Filipina," ungkap Duterte. Perkataan yang cukup lantang itu ia ucapkan lantaran AS yang tak pernah mendukung kampanye perang anti narkoba yang ia jalankan semenjak memimpin Filipina.
Akibat pernyataannya Menteri Luar Negeri AS, Daniel Russel mengaku khawatir. Pasalnya, komentar Duterte dapat menyebabkan kekhawatiran di kalangan usaha. Namun Duterte justru menanggapi pernyataan itu dengan dingin.
"Kalau begitu silakan saja berkemas lalu pergi. Kami akan pulih, saya pastikan itu kepada anda," tambah Duterte. Kini ia tengah berangkat ke Jepang untuk menarik investasi. "Dengan posisi Jepang sebagai mitra dagang utama Filipina, saya akan mencari kebersinambungan dan peningkatan lebih lanjut terkait ikatan ekonomi yang erat dan penting ini."
(wk/)