Dapat Tea Set Emas dari Rusia, Jokowi Jadi Sorotan KPK
Nasional

Simak penjelasan dari Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono di bawah ini.

WowKeren - Gratifikasi dari perusahaan minyak Rusia untuk Presiden Joko Widodo berupa benda seni dan satu set tempat minum teh berwarna emas menjadi sorotan publik. Tidak ingin menjadi polemik, Jokowi pun melaporkannya ke KPK. Otomatis, mata KPK pun sekarang tertuju pada Jokowi.

KPK akan memproses penerimaan tersebut selama 30 hari ke depan. Setelah itu baru akan dapat diputuskan apakah hadiah itu akan diserahkan kembali ke Jokowi atau diambil untuk negara.

"KPK sesuai dengan kewenangannya akan melakukan analisa dan klarifikasi untuk menentukan pelaporan gratifikasi tersebut. KPK akan menetapkan kepemilikan dalam 30 hari kerja," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Jumat, 28 Oktober.


"Masih akan dilakukan penaksiran karena berbentuk benda seni dan tea set model dan plakat bohemian berwarna emas. Dirut Pertamina juga melaporkan gratifikasi dari Rusia," jelas Giri. "(Dirut Pertamina) dalam bentuk plakat berwarna emas dan souvenir khas Rusia Matryoshka."

Giri menganggap laporan Jokowi ke KPK itu bisa menjadi contoh keteladanan. "KPK mengapresiasi keteladanan Presiden Jokowi dalam pelaporan gratifikasi tersebut," kata Giri. "Kesadaran pelaporan gratifikasi ini sepatutnya menjadi contoh bagi menteri dan pejabat lainnya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!