Memilukan, kisah rombongan pengantin yang ikut menjadi korban tewas akibat gempa di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 09 Desember 2016 - 10:19 WIB
WowKeren - Gempa 6,5 Skala Ritcher yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, 7 Desember lalu menelan banyak korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Hingga 8 Desember lalu, total korban meninggal akibat gempa mencapai 102 orang, dan 700-an warga luka-luka. Sementara 3.267 warga mengungsi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, bangunan yang rusak berjumlah 559 unit meliputi, ruko, rumah, masjid, musala, dan rumah sakit. "Seratus lima ruko roboh, 19 ruko rusak berat, 5 ruko rusak ringan, 429 rumah rusak (348 rusak berat, 42 rusak sedang, 39 rusak ringan), 14 Masjid rusak berat, 6 unit musala/meunasah rusak, 1 unit bangunan RSUD Pidie rusak berat, 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra Roboh, 3 unit bangunan pesantren rusak," beber Sutopo.
Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut, kekuatan gempa di Pidie Jaya, Aceh, setara dengan kekuatan empat hingga enam kali bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, pada Agustus 1945.
Saat gempa terjadi, Suharnas yang akan menikah dengan Yusra Fitriani tewas saat berada di dalam rukonya di kawasan Meureudu, Pidie Jaya. Dia tak sempat menyelamatkan diri sehingga tertimbun reruntuhan bangunan. Selain Suharnas, 3 orang adik, kakak, dan seluruh anggota keluarganya yang datang dari Padang untuk menghadiri acara perkawinannya, juga tewas terjebak dalam puing-puing ruko.
"Hari ini adalah hari pernikahan antara saudara kita di Padang ini dengan orang di Pidie Jaya ini, cuman Allah berkata lain, semua keluarga yang datang pada malam itu semuanya sudah meninggal," ujar kerabat korban, Yusri Abubakar, Kamis 8 Desember.
Gempa Aceh juga menewaskan pasangan suami istri, H Rajali dan Harfiah. Keduanya tewas terjebak di reruntuhan ruko mereka di Desa Meusanah Kaye, Jato, Sigli. Sang suami terjebak usai berwudu dan hendak menunaikan salat Subuh. Seorang ibu yang tengah hamil 7 bulan juga ikut menjadi salah satu korban gempa tersebut.
(wk/)