Bagaimana cara Anet menyemangati korban lainnya untuk tetap berjuang hidup saat disekap di kamar mandi?
- Tim WowKeren
- Rabu, 28 Desember 2016 - 10:51 WIB
WowKeren - Peristiwa penyekapan 11 orang di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 26 Desember hingga menyebabkan 6 orang tewas tengah menjadi sorotan nasional. Bukan bermotif perampokan karena tidak ada barang hilang di lokasi kejadian, oleh karena itu banyak yang menanyakan apa motif sesungguhnya dari penyekapan tersebut.
Ir Dodi yang seorang Arsitek disekap bersama 10 orang di dalam kamar mandi. Ia diduga tewas karena kehabisan oksigen. Kelima orang lain yang juga menjadi korban tewas akibat peristiwa itu adalah dua putri Dodi, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasro.
Zanette Kalila Azaria alias Anet (13), anak Ir Dodi Triono selamat dari kejadian mengerikan itu. Komisioner KPAI, Erlinda yang datang untuk menjenguk menuturkan kisah Anet berjuang melawan maut. Menurut Erlinda, perjuangan Anet sangat luar biasa.
"Ananda Anet yang disabilitas, dia harus dikuatkan kakaknya untuk lebih survive karena ditempatkan berjam-jam di tempat yang tidak layak," ujar Erlinda di RS Kartika, Pulomas, Jaktim, Selasa (27/12/2016).
Erlinda mengatakan, dari keterangan Anet, sebelum akhirnya dia disekap di dalam kamar mandi bersama 10 korban lainnya, dia dibenamkan di dalam bathtub oleh pelaku. Setelah direndam di bathtub, Anet kemudian dimasukkan ke dalam kamar mandi ukuran sekitar 1,5 meter persegi. Pelaku meninggalkan para korban di dalam kamar mandi dalam keadaan lampu dimatikan, sehingga exhaust tidak bisa menyala.
Anet dan dua saudara perempuannya yang tewas merupakan anak Ir Dodi dari istri keduanya, Almyanda Saphira atau Vira. Vira yang sudah berpisah dengan Ir Dodi itu pun sempat diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. "Kalau saksi yang selamat belum bisa diperiksa karena masih shock. Baru istri kedua Pak Dodi yang diperiksa untuk membantu pengungkapan kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana dilansir Detik, Selasa (27/12) malam.
(wk/)