TNI Putuskan Kerja Sama Militer, Jokowi Tetap Jadwalkan Kunjungan ke Australia
Nasional

Bagaimana hubungan Indonesia dan Australia usai muncul isu penghinaan 'Pancagila'.

WowKeren - Penghinaa "Pancagila" rupanya berbuntut panjang. Akibat materi yang ditemukan di Barak Campbell, Perth, Australia barat itu pihak TNI akhirnya memutuskan untuk menghentikan kerja sama militer dengan Australia.

Meski begitu, bukan berarti jika hubungan Indonesia dengan Australia memburuk sepenuhnya. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia baru-baru ini menegaskan jika mereka tetap akan akan menjadwalkan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Negeri Kanguru itu.

"Kunjungan ke Australia sedang kami atur ulang karena faktanya memang sulit mengatur jadwal pertemuan kedua pemimpin negara, tapi tetap kami jadwalkan," ujar juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir. "Tentunya sama-sama memegang prinsip untuk menjaga hubungan kedua negara. Ini adalah prinsip yang dipegang baik dengan Australia dan juga negara lain."


Presiden Joko Widodo sendiri sebenarnya dijadwalkan untuk mengunjungi Australia pada 6-8 November lalu. Namun rencana itu dibatalkan mengingat kondisi di dalam negeri yang sedang memanas.

Sementara itu, pihak Australia sendiri baru-baru ini sudah menyatakan penyesalannya terkait penghinaan lambang negara itu. Mereka berjanji akan melakukan penyelidikan secepatnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!