Simak komentar Fadli Zon terkait namanya yang dikait-kaitkan dengan kasus dugaan suap pajak.
- Tim WowKeren
- Selasa, 21 Maret 2017 - 13:54 WIB
WowKeren - Persidangan dugaan suap penghapusan pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia dengan terdakwa Rajamohanan Nair di PN Tipikor Jakarta, Senin (20/3). Dalam persidangan itu, dihadirkan beberapa saksi termasuk Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno.
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Fikri mengatakan jika pihaknya berusaha untuk mendalami apakah ada wajib pajak lain yang melakukan penyalahgunaan seperti PT Eka Prima. JPU mengungkap saat penggeledahan di ruangan Handang, ditemukan dokumen pajak perorangan milik sejumlah tokoh terkenal seperti Syahrini, pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
"Kita akan menggali wajib pajak-wajib pajak yang kita indikasikan bahwa selain PT Eka Prima ada wajib pajak lain yang mungkin kita asumsikan melakukan hal sama dengan PT Eka Prima ini," ujar Ali. "Sebagaimana bukti permulaan itu, diduga ada penyalahgunaan pajak. Ada indikasi itu sehingga Handang selaku penyidik ini menggali lebih jauh adakah indikasi itu. Kan sudah ada indikasi, tinggal dia mendalami."
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sendiri baru-baru ini telah buka suara menanggapi hal tersebut. Ia mengaku tidak membantah tuduhan itu dan mengatakan tak pernah memiliki persoalan pajak. "Saya tidak pernah ada urusan soal pajak, bayar pajak dengan rutin, saya juga ikut tax amnesty. Jadi saya kira enggak ada urusan, enggak ada masalah," ujar Fadli Zon.
Tidak hanya itu, Fadli Zon juga mengaku tidak mengenal Rajamohanan yang menjadi terdakwa dalam kasus itu. "Enggak ada yang kenal satu pun. Raja apa itu, juga saya enggak kenal. Satu pun tidak ada yang kenal," imbuhnya.
Meski begitu, politisi ini mengaku tidak kaget jika namanya dikaitkan dengan berbagai isu miring. Menurutnya banyak pihak yang berupaya mencari-cari kesalahannya lantaran ia ikut serta dalam aksi 411 pada 2016 lalu. Ia juga meyakini Fahri Hamzah juga tidak memiliki kesalahan apa-apa dan isu ini dibuat hanya untuk alasan politik. "Saya kira Pak Fahri juga enggak ada urusannya. Saya kira waktu itu dicari-cari karena alasan politik saja. Setelah menghadiri 411," terang Fadli Zon.
(wk/)