Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, membantah tuduhan dalam kasus Hanania Group.
- Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:02 WIB
WowKeren - Penyanyi Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (12/6/2026) sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan umrah yang melibatkan Hanania Group. Keduanya secara tegas membantah tuduhan bahwa mereka mendapatkan keuntungan sepihak dari perusahaan tersebut, dan mengungkapkan fakta bahwa mereka justru telah mengeluarkan dana pribadi untuk perjalanan umrah.
"Kami membawa atau mengajak dengan biaya kami sendiri dengan lima keluarga, ada anak-anak kami juga. Dan itu pun menggunakan biaya kami sendiri, totalnya mungkin sekitar Rp 100 juta," ungkap Anandito Dwis setelah pemeriksaan. Pasangan ini menjelaskan bahwa kerja sama mereka dengan Hanania pada tahun 2023 adalah dalam bentuk barter konten untuk dua orang. Namun, karena mereka ingin membawa seluruh keluarga, mereka tetap membayar biaya perjalanan untuk lima orang lainnya dari kantong pribadi.
"Jadi kami tidak hanya kerja sama endorse, tapi kami justru membawa jemaah dari keluarga kami sendiri dan membayar semuanya," tambah Anandito.
Dalam proses pemeriksaan, Anisa Rahma dan Anandito Dwis didampingi oleh kuasa hukum mereka, Verdy F. Bratakusumah. Anisa menjawab 32 pertanyaan dari penyidik, sedangkan Anandito menjawab 31 pertanyaan. Keduanya juga menyerahkan seluruh dokumen pendukung yang diminta, termasuk kontrak, invoice, dan bukti transfer, sebagai bentuk kooperatif dalam proses hukum ini.
Terkait isu uang saku yang menjadi sorotan dalam kasus ini, Anandito memilih untuk tidak menjelaskan lebih lanjut dan menyerahkan penjelasannya kepada penyidik. "Ya, sudah, sudah disampaikan, nanti pun bisa ditanyakan ke tim penyidik juga. Kami pun sudah bersikap sebagaimana seharusnya, jadi ya kooperatif lah," ujarnya.
Anisa Rahma mengungkapkan rasa terkejutnya mengetahui bahwa Hanania Group, perusahaan yang pernah diajaknya bekerja sama, kini terjerat masalah hukum. Sebelum menerima tawaran kerja sama pada tahun 2023, tim manajemennya telah melakukan riset mendalam mengenai legalitas dan rekam jejak Hanania. "Tentunya kaget banget, nggak nyangka juga karena pada saat kerja sama dengan kita itu memang tidak ada sama sekali isu-isu seperti sekarang ini," tuturnya. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara tuntas agar ratusan jemaah yang gagal berangkat dapat segera mendapatkan haknya.
Kasus ini mencuat setelah Hanania Group membatalkan keberangkatan sekitar 1.500 calon jemaah umrah pada bulan Maret 2026. Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Fathan Rachman, telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan dana jemaah diduga digunakan untuk menutupi masalah keuangan perusahaan serta membayar sejumlah influencer untuk kepentingan promosi.
Anisa Rahma dan Anandito Dwis merupakan bagian dari daftar panjang figur publik yang telah menjalani pemeriksaan sehubungan dengan kasus ini, setelah sebelumnya nama-nama seperti Thariq Halilintar, Aaliyah Massaid, Keanu AGL, Anwar BAB, Paula Verhoeven, Praz Teguh, Dara Arafah, Sarah Gibson, serta Cut Meyriska dan Roger Danuarta juga diperiksa.
(wk/timw)