Ini alasan Ahok menolak nama 'Nurul Komar' digunakan untuk masjid raya Jakarta di Daan Mogot, Jakarta Barat.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 08 April 2017 - 14:37 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan jika masjid raya Jakarta di Daan Mogot, Jakarta Barat diberi nama Masjid KH Hasyim Ashari. Cagub DKI pasangan Djarot Saiful Hidayat itu mengatakan jika nama itu lebih cocok.
Namun, Ahok mengisahkan jika sebelum menggunakan nama itu, ada banyak usulan untuk masjid raya tersebut. Salah satunya adalah "Nurul Komar" yang diambil dari namanya.
"Ada pejabat di DKI, dia usul nama masjid raya Daan Mogot dikasih nama Nurul Komar. 'Supaya orang tahu kalau itu Bapak yang bikin, jadi cahaya purnama'. Saya bilang nggak boleh. Kita kan mau tegakkan ajaran rahmatan lil alamin. Lebih cocok (masjid raya) KH Hasyim Ashari," ujar Ahok.
Tidak hanya itu, Ahok juga menolak usulan untuk menamainya dengan Masjid Raya Daan Mogot. "Masak namanya Masjid Daan Mogot. Daan Mogot itu aslinya Daniel Mogot, orang Betawi Kristen. Tapi sudahlah, nggak usah malu-malu sekarang, bilang saja kita mau tegakkan Islam rahmatan lil alamin. Pengurusnya, sudah cari saja deh yang betul-betul benar," imbuhnya.
Sementara itu, seperti diketahui "Nurul Komar" sendiri memiliki arti cahaya bulan atau cahaya purnama dalam bahasa Indonesia. Itu sesuai dengan nama Ahok yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Apalagi sebelumnya ia juga sempat disapa Basuki Nurul Komar saat berkunjung ke GP Ansor baru-baru ini.
(wk/)