Banyak Lakukan Penggusuran Hingga Disebut Pecahkan Rekor, Ini Pembelaan Ahok
Nasional

Ahok berpendapat jika penggusuran atau relokasi yang dilakukannya lebih manusiawi, kok bisa?

WowKeren - Beberapa wakktu lalu pengacara publik dari LBH Jakarta Alldo Fellix Januardy mengatakan jika Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penggusuran dengan korban terbanyak. Berdasarkan data mereka, 113 kasus penggusuran terjadi pada di Jakarta pada tahun 2015 dengan korban 8.145 keluarga dan 6.283 unit usaha. Sedangkan pada 2016 jumlahnya menjadi 193 kasus dengan korban 5.726 keluarga dan 5.379 unit usaha.

"Ini total Ahok mungkin memecahkan rekor penggusuran selama Pemprov DKI Jakarta dari awal sampai sekarang. Dua tahun menjabat, 25.533 korban," ujar Aldo. bahkan menurutnya, penggusuran oleh Pemprov DKI kerap bermasalah dan termasuk dalam pelanggaran penegakan hukum lantaran mereka kerap melangkahi sengketa tanah di pengadilan.

Ahok sendiri menanggapi dengan santai saat ditanya mengenai penggusuran dan data dari LBH tersebut. Menurutnya upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengatasi banjir. Cagub DKI ini juga menegaskan jika yang mereka lakukan bukan menggusur, melainkan merelokasi.

"Sekarang begini, minimal itu juga membuktikan salah satu cara menurunkan lokasi banjir," ujar Ahok. Gubernur DKI Jakarta non aktif ini mengklaim jika dari 2.200 titik banjir, kini hanya tersisa 80 saja. Bahkan menurutnya sebelum program normalisasi dilakukan ada kawasan yang bisa terendam banjir hingga dua meter selama berminggu-minggu.


"Saya sudah tegaskan, tidak ada cara lain memindahkan orang yang tinggal di aliran sungai. Hasilnya apa, semua orang Jakarta, kalau mereka ngomong nurani, mengakui kok titik banjir di bawah 80 lokasi," jelas Ahok. "Kalau yang dalam hitungan hari, itu tinggal di Cipinang Melayu. Itu juga karena ada 3-4 rumah yang belum kami bebaskan."

Lebih lanjut, Ahok mengatakan jika program yang ia lakukan justru lebih bermanfaat dan manusiawi. Dengan relokasi yang dijalankan kini banyak orang yang bisa terbebas dari banjir.

"Saya kira, kita mesti pilih mana manfaat dan mana mudarat lebih banyak. Orang kalau tinggal di dalam sungai, penyakit juga banyak, kesehatan enggak baik. Memindahkan belasan ribu orang, tapi jutaan orang Jakarta menikmati tidak banjir," pungkas Ahok.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait