Buat penasaran, inilah cerita romantis hingga kisah perjuangan keluarga Sandiaga Uno sebelum mencapai karirnya saat ini.
- Tim WowKeren
- Kamis, 27 April 2017 - 07:50 WIB
WowKeren - Nama Sandiaga Uno semakin dikenal masyarakat saat berpartisipasi dalam Pilkada DKI 2017. Calon Wakil Gubernur DKI terpilih itu menjadi populer berkat wajahnya yang tampan bak model dan juga dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Namun siapa sangka jika Sandiaga pernah mengalami masa-masa yang sulit sebelum sesukses sekarang.
Hal itu diungkapkan oleh sang istri, Nur Asia, dalam wawancara khusus bersama SCTV di kediamannya pada beberapa waktu lalu. Perempuan yang akrab disapa Mpok Nur itu mengaku sudah mendampingi Sandi lebih dari 33 tahun sejak berpacaran di bangku SMP silam. Menurutnya, sang suami sudah banyak makan asam garam kehidupan hingga berada di posisinya saat ini.
Kisahnya bermula saat Sandiaga menikah dengan Nur Asia di Singapura pada 1996 lalu. Negeri Singa ini sengaja dipilih sebagai lokasi pernikahan karena memang saat itu Sandi bekerja di sana. "Menikahnya di sana supaya enggak susah ya, jadi dibikin simpel gitu," katanya.
Pernikahan itu digelar dengan sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga inti Sandiaga dan Nur Asia. Mereka bahkan tak mengundang kerabat atau teman dekat. Selain dengan biaya yang minim, pernikahan Sandiaga dan Nur Asia ini terbilang "kepepet" karena memang sudah berpacaran selama 13 tahun.
"Pacaran 13 tahun, mulai umur 14 tahun, mulai SMP. Enggak bosen (pacaran) karena kebanyakan berantemnya. Putus nyambung, karena itu jadinya sudah seribu kali putus, balik, putus, balik," cerita Nur Asia sambil bergurau. "Jadi itu mungkin yang membuat jadi awet. Jadi sudah deh enggak ada pilihan lain."
Sayangnya, tak lama setelah menikah, keduanya justru diterpa cobaan yang cukup berat. Sandiaga terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan tempat dia bekerja bangkrut akibat masa krisis ekonomi melanda pada 1997-1998 lalu. Saat itulah Sandiaga harus berjuang keras untuk istri dan putrinya yang baru lahir.
"Kita pernah jatuh kan waktu 1997-1998, pas masa krisis ekonomi. Di situ Bang Sandi sudah benar-benar jatuh terjun bebas ke dasar laut. Karena selain dia di-PHK, perusahaannya bangkrut. Pada waktu itu saya baru melahirkan anak pertama, Anisa," ungkap Nur Asia. Keluarga kecil ini pun terpaksa pulang ke Jakarta dan tinggal di rumah orangtua Sandiaga untuk memulai kehidupan baru.
"Justru jatuh bangunnya pas lahir anak kedua. Jadi Atira bedanya sama Anisa cuma setahun empat bulan. Jadi begitu Atira yang kedua lahir, alhamdulillah Bang Sandi mulai naik. Kariernya naik dimulai anak yang kedua," lanjut Nur Asia. Meski sudah mulai bangkit, namun kehidupannya belum sebanding dengan nasib ekonominya. Ia harus rela jatuh bangun membangun perusahaannya bersama rekannya.
"Jadi setahun itu mungkin bukan berdarah-darah ya, mungkin udah jatuh tertimpa tangga. Apa ya namanya, gubrak kali ya. Udah babak belur. Tapi alhamdulillah ya kalau eggak dikasih susah waktu itu, mungkin beda lagi story-nya," tambah Nur Asia sambil tertawa. Hingga akhirnya Sandiaga mulai memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik dan menggandeng Anies Baswedan sebagai pasangannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Meski sudah menjalin hubungan selama 33 tahun, Sandiaga dan Nur Asia ternyata memiliki banyak perbedaan. Salah satunya soal selera makanan. "Bang Sandi kan asal Gorontalo, ya. Kalau saya sukanya banyak ya, rujak bebek, kerak telor, semur jengkol ya buatan mama. Tapi Bang Sandi selalu enggak suka, kebalikannya. Yang saya suka dia enggak suka," ungkap Nur Asia.
Namun, perbedaan itulah yang membuat Sandiaga dan Nur Asia saling melengkapi dan hidup dengan rukun. Bagi Nur Asia, perbedaan hobi kuliner itu justru membawa hal positif untuk keduanya. "Tapi ya gitu, ada baiknya. Kalau enggak mungkin saya sudah segede gini, ya," canda Nur Asia sambil menunjukkan senyum manisnya.
(wk/)