Begini perasaan Menteri Susi berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang maritim dunia.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 13 Mei 2017 - 08:25 WIB
WowKeren - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti meraih prestasi di kancah internasional. Baru-baru ini ia dianugrahi penghargaan maritim tertinggi dunia, Peter Benchley Ocean Awards, di Smithsonian, Washington DC, Kamis (10/5).
Penghargaan tersebut diberikan untuk menteri Susi atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut di Indonesia. Hal ini juga tidak terlepas dari peran aktifnya dalam memerangi illegal fishing di Indonesia.
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, selama menjabat menteri Susi telah memberlakukan berbagai kebijakan yang dinilai berhasil memulihkan kondisi kelautan Indonesia. Tidak hanya illegal fishing, ia juga melarang penangkapan lobster, kepiting dan rajungan ukuran tertentu, larangan penggunaan alat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan beberapa kebijakan lainnya.
"Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Apalagi secara parameter ekonomi kan juga sangat luar biasa. Jadi kita melihat bahwa perang melawan illegal fishing ini adalah perang yang menguntungkan. Tidak ada perang yang menguntungkan selain perang melawan illegal fishing," ujar Susi. "Kebijakan itu dibuat bukan tanpa pemikiran mendalam dan target. Buktinya hasil yang dicapai memang luar biasa".
Menteri Susi mengungkap, dalam penerapan kebijakan ia mengaku mengalami berbagai tekanan. Meski begitu ia tetap bersikap tegas lantaran meyakini dukungan dari Presiden Joko Widodo. "Kadang mungkin harus ada compromising, tapi itu yang tidak boleh dilakukan. Hanya kadang-kadang tekanan mengharuskan orang untuk berkompromi. Tapi saya berharap ini tidak akan pernah terjadi. Pak Jokowi sangat mengerti bahwa policy ini sangat baik," imbuhnya.
Sementara itu, Peter Benchley Ocean Awards memberikan penghargaan tak hanya diberikan untuk pembuat kebijakan, tapi juga untuk masyarakat yang berperan menyelamatkan laut. Oleh karena, penerimanya sangat variatif, mulai dari menteri, jurnalis hingga penyelam.
(wk/)