Simak pembelaan putri bungsu Jusuf Kalla terkait isu SARA yang menimpa sang ayah.
Tim WowKeren
Selasa, 16 Mei 2017 - 12:51 WIB
WowKeren - Belakangan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tengah ditimpa isu tidak sedap. Pengusaha sekaligus politisi ini diserang fitnah yang menyebutkan jika dirinya tidak toleran pada umat beragama tertentu.
Fitnah yang beredar tersebut tak pelak membuat putri bungsu JK, Chairani Kalla merasa geram. Melalui postingannya di media sosial baru-baru ini, perempuan berhijab itu mengucapkan selamat ultah sekaligus mengklarifikasi isu yang menimpa ayahnya.
Dalam tulisannya, Chairani mengungkap bagaimana JK adalah seorang pejabat pemberani dan tidak takut pada siapapun. "Makanya banyak juga yang tidak suka dengannya karena sikap terlalu beraninya itu. Beliau juga tidak suka berbasa-basi, dan tidak suka pencitraan. Apapun yang menurutnya benar untuk kepentingan negara ini, akan disampaikannya ke publik, tanpa takut akan ada segelintir golongan yang tidak suka kepadanya," jelas Chairani.
Menurutnya sikap ayahnya yang terus terang justru menimbulkan kebencian dari sejumlah pihak dan membuat ucapannya justru dimaknai lain. Chairani sendiri sangat menyayangkan atas fitnah yang menimpa JK. Menurutnya isu yang berkembang itu tidak masuk akal.
"Baru-baru ini yang paling parah adalah, ada yang memfitnah dirinya semasa muda pernah membakar gereja, Astagfirullah. Kenapa ya ada sekelompok orang yang tega membuat-buat berita seperti itu? Justru yang paling menempel di ingatan saya adalah sewaktu timbul kerusuhan pembantaian keturunan Tionghoa di Makassar tahun 1997 silam. Ayah saya mempersilakan rumah kami di Makassar dijadikan sebagai tempat persembunyian para tetangga kami yang kebetulan mayoritas keturunan Tionghoa," jelasnya.
Lebih lanjut, wanita berhijab ini mengatakan jika dirinya kerap meminta sang ayah untuk mengklarifikasi fitnah yang kerap menimpanya. Namun JK justru tetap tenang dan tidak menggubrisnya.
Sementara itu, JK sendiri baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-75 pada Senin (15/5). Ia mengadakan acara di rumah dinasnya dan mengundang sejumlah sahabat.