Ruben Onsu mengapresiasi ajakan diskusi dari Sarwendah untuk mencari solusi polemik.
- Minggu, 14 Juni 2026 - 19:02 WIB
WowKeren - Ruben Onsu menyambut positif ajakan diskusi yang disampaikan oleh Sarwendah, mantan istrinya. Ia berharap pertemuan tersebut dapat membawa titik terang dalam berbagai polemik yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, di Jakarta Selatan, Ruben mengungkapkan bahwa ia telah membahas rencana pertemuan dengan kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Sayangnya, dia tidak dapat memenuhi jadwal yang telah diajukan karena sudah terisi dengan agenda lain. "Saya sudah diskusi sama Bang Minola, dari tanggalnya. Tanggalnya Bang Minola bisa, saya gak bisa," ungkap Ruben.
Meski belum bisa menghadiri pertemuan sesuai jadwal, Ruben tetap mengapresiasi adanya upaya untuk membuka komunikasi. Ia menilai bahwa diskusi merupakan langkah yang baik di tengah persoalan yang berkembang di ruang publik. "Alhamdulillah, saya senang adanya bisa berdiskusi. Mudah-mudahan ada titik terangnya," kata Ruben.
Pernyataan Ruben ini mencerminkan harapan positif di tengah perhatian publik terhadap hubungan dirinya dengan Sarwendah. Sejumlah isu menjadi sorotan setelah keduanya berpisah, termasuk soal hak bertemu anak dan masalah nafkah yang sempat menjadi perbincangan hangat. Sebelumnya, pihak Sarwendah telah membantah adanya pembatasan akses bagi Ruben untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
Di sisi lain, Ruben juga telah menjelaskan mengenai penghentian nafkah yang menjadi polemik terkait kesepakatan pascaperceraian, yang menurutnya belum berjalan sebagaimana mestinya. Dalam situasi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada unggahan Bertrand Peto, anak angkat Ruben, yang membela sang ayah melalui media sosial. Unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi dan memperpanjang perbincangan mengenai hubungan keluarga tersebut.
Walaupun demikian, Ruben memilih untuk tetap fokus pada upaya membangun komunikasi yang lebih baik. Ia berharap diskusi yang direncanakan nanti dapat menghasilkan solusi dan mengakhiri kesalahpahaman yang selama ini berkembang di antara mereka.
(wk/timw)